Fosil Kerang Laut Ditemukan di Sekitar Danau Love

Salah satu wartawan di Jayapura, Edi, saat memperlihatkan fosil kerang laut yang ditemukan oleh Balai Arkeologi Papua di wilayah Danau Emfote atau Danau Love Distrik Ebunggauw, Kabupaten Jayapura, Kamis (8/7).(Yewen/Cepos)

SENTANI-Peneliti Balai Arkeologi Papua melakukan penelitian terhadap benda-benda prasejarah yang ada di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Dalam pencarian yang dilakukan di wilayah Danau Emfote atau Danau Love, Distrik Ebunggauw, berhasil ditemukan fosil  kerang laut yang diduga berada jutaan tahun yang lalu.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, fosil kerang laut ini ditemukan tak jauh dari Danau Love, Distrik Ebungfauw dan berada di ketinggian 134 meter di atas permukaan air laut (mdpl).

“Fosil kerang laut ini jenis Bivalvia dan Gastropoda. Kerang jenis Bivalvia ini hidup di perairan laut dalam ,”katanya kepada Cenderawasih Pos di Sentani, Kamis (8/7).

Menurut Suroto, fosil kerang laut ini ditemukan dalam bentuk fragmen. Hal ini mendukung teori bahwa pada masa lalu, Danau Sentani adalah laut, yang kemudian mengalami proses geologi, yaitu mengangkatan daratan.

“Sehingga perairan Sentani terpisah dengan laut. Perkembangan kemudian, sehingga air asin terkantikan oleh air tawar yang berasal dari 26 sungai dari Cycloops. Begitupun fauna air asin yang ada di Danau Sentani menyesuaikan dengan lingkungan baru, berupa perubahan dari air asin menjadi air tawar, termasuk ikan hiu gergaji yang sebenarnya merupakan ikan air laut, kemudian beradaptasi menjadi ikan air tawar,”tuturnya.

Sayangnya, kata Suroto ikan hiu gergaji dianggap sudah punah. Terakhir ditangkap oleh nelayan pada tahun 1970-an di Danau Sentani. Namun, ingatan tentang keberadaan tentang ikan hiu gergaji ini oleh masyarakat di wilayah Danau Sentani masih digambarkan di lukisan kulit kayu misalnya di Kampung Asei, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Begitupun di temui goresan ikan hiu gergaji di batu-batu megalitik yang berada di Situs Megalitik Tutari, Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu.

“Hasil temuan fosil kerang laut ini akan dianalisis di laboratorium geologi untuk diketahui kronologis mengenai umur pasti dari kerang laut yang ditemukan tersebut,”ujarnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *