Ratu Selam Papua Siap Kembali Berprestasi

Margaretha Herawati.(Margaretha for Cepos)

*PON 2021 Papua

JAYAPURA – Margaretha Herawati masih menjadi salah satu tulang punggung POSSI Papua saat PON XX 2021 Papua. Peraih medali emas dan medali perak di nomor Selam Kolam di PON XIX Jawa Barat 2016 itu kembali diandalkan untuk bisa mempertahankan medali emasnya di PON XX Papua.

PON XX akan menjadi PON kedua bagi atlet kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1988 itu bersama kontingen Papua, serta PON kelimanya selama ini. Dia merupakan atlet nasional pemecah rekor Asia yang sudah memperkuat kontingen Papua sejak PON XIX Jawa Barat, tahun 2016 silam.

Sebelum terjun di cabang olahraga Selam (kolam), Margaretha mengawali karier olahraganya sebagai perenang. Dia tampil untuk pertama kalinya dalam hajatan PON Palembang, tahun 2004 di usia 14 tahun dan mendapatkan medali perunggu cabor renang. Retha begitu dia disapa juga mempersembahkan medali perak kala masih memperkuat DKI Jakarta di PON XVII 2008 di Kalimantan Timur.

“Saat PON di Palembang tahun 2004 dan PON Kaltim tahun 2008, saya masih berlomba di cabor renang. Pada PON Riau tahun 2012 dan seterusnya, saya sudah berlomba di cabor selam sampai dengan saat ini. Saya bergabung di Papua sejak 2015 untuk persiapan PON Jabar sampai dengan sekarang,” ungkap Retha kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (8/7).

Selain di pentas nasional, nama Retha juga sudah diperhitungkan dunia saat memperkuat Indonesia di iven Asian Indoor Games tahun 2009 di Hanoi, Vietnam. Saat itu, Retha tak hanya berhasil mempersembahkan medali emas. Tapi juga sukses memecahkan rekor Asia dan menempati ranking 5 dunia di nomor 100 meter bifins dengan kecepatan waktu 50,81 detik.

Hanya berselang beberapa bulan, Retha kembali masuk dalam skuad Renang Indonesia pada SEA Games di Laos, tahun 2009. Di event tersebut, Retha lagi-lagi menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dan memecahkan rekor SEA Games di nomor 100 meter bifins. Sekaligus menobatkan dirinya sebagai ratu di nomor tersebut, karena hingga saat ini rekornya belum terpecahkan.

“Awal prestasi saya di cabor selam itu pada Asian Indoor Games 2009 di Hanoi, Vietnam dengan memecahkan rekor Asia sekaligus mengibarkan Indonesia Raya, dan 1 bulan setelahnya juga diikuti dengan memecahkan rekor SEA Games 2009 hingga sampai saat ini,” Retha.

“Untuk di cabor Selam, PON 2012 di Riau saya dapat 2 medali emas dan 1 perunggu. Di PON 2016 di Jabar saya meraih 1 medali emas yang merupakan medali emas pertama Papua waktu itu, dan juga 1 medali perak,” sambungnya.

Saat ini, Retha bersama rekan-rekannya sedang fokus menjalani masa persiapan menuju PON XX. Meski punya catatan prestasi yang mentereng, Retha tak mau muluk-muluk. Tapi ia mengaku akan berusaha mempertahankan medali emas bagi kontingen Papua.

“Namanya perlombaan tidak selalu pasti, tapi saya akan tampilkan prestasi terbaik saya saat ini. Dengan sisa waktu 10 minggu kedepan persiapan menuju PON Papua, saya akan berusaha mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan akan menampilkan prestasi terbaik saya bagi Papua,” ujarnya.

Selain itu, melalui PON XX 2021, Retha juga mengaku jika melalui cabang olahraga Selam dapat mempromosikan pariwisata bahari bawah laut yang dimiliki oleh Papua.

“Prospek olahraga Selam berpeluang sangat baik untuk Papua, Papua dapat menjadi Duta Pariwisata Bahari Indonesia di level Internasional dengan mensosialisasikan olahraga Selam,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *