KBM di Zona Merah Tetap Secara Daring

Kepala Bidang SMP, Yohanes B. Sua Dula, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura didamping Kepala Sekolah SMP YPPK Bonaventura Sentani, Wilhelmus Werong, Direktur YPPK Silvester Lobia saat menabuh tifa pada acara pembukaan MPLS SMP YPPK Bonaventura, Kamis (8/7).(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Bonaventura Sentani, mulai melaksanakan tahapan berkaitan dengan penerimaan siswa baru, tahun ajaran 2020/2021. Untuk tahap awal, sekolah melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang wajib diikuti oleh seluruh siswa baru yang diterima di sekolah itu. Uniknya MPLS kali ini tidak semua siswa diikutsertakan dalam kegiatan tatap muka langsung dengan pihak sekolah. Sebagian besar siswa dan orangtua hanya bisa menyaksikan melalui livestreaming yang disiarkan secara langsung oleh pihak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y.Mokay melalui Kepala Bidang SMP, Yohanes B. Sua Dula mengatakan, terkait dengan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah, sebenarnya dinas sudah menyerahkan kewenangan itu untuk diurus oleh masing-masing sekolah.

“Misalnya ketika sekolah berada di zona merah itu, mungkin model yang dilakukan di sekolah-sekolah tertentu itu  hanya menghadirkan siswa yang dibatasi atau perwakilan.  Yang lain  mengikuti dari rumah, saya pikir itu langkah yang baik yang dilakukan,” kata Yohanes B. Sua Dula kepada wartawan di SMP YPPK Bonaventura Sentani, Kamis, (8/7) kemarin.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar sekolah yang ada di zona merah tetap mengacu pada aturan penerapan protokol kesehatan, terutama 3 M untuk mencegah dan membatasi penyebaran Covid-19. Terkait dengan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di daerah zona merah, pihaknya sangat mengharapkan agar bisa dilaksanakan dengan metode daring atau jarak jauh.

“Memang itu kita tidak bisa keluar dari apa yang sudah diedarkan, baik melalui arahan Bupati termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur YPPK Kota/Kabupaten Jayapura, Silvester Lobia mengapresiasi masyarakat yang masih mempercayakan YPPK sebagai lembaga pendidikan untuk mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, kepercayaan itu harus dijawab dengan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung proses pembelajaran secara daring dan harus lebih baik dari tahun lalu.

“Kita tidak menjadikan Covid-19 sebagai sebuah alasan untuk tidak meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Pihaknya berharap bahwa tuntutan era sekarang terkait dengan mutu pendidikan adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu beradaptasi dengan teknologi perubahan yang terjadi saat ini.

“Sekolah dan para guru mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi ini. Lembaga YPPK harus terus konsen untuk membantu meningkatkan mutu sekolah,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *