Jangan Percaya Jika Bukan Polisi yang Bicara

Kombes Pol Gustav Urbinas.(Dok/cepos)

JAYAPURA-Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas melihat bahwa tak jarang ketika masyarakat menemui sebuah informasi terkait perkara kasus yang menyebar di media social maka tak jarang informasi itu dikembangkan seolah-olah sudah bisa dipastikan.

Hal ini dianggap berbahaya mengingat informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya dan dampak lainnya adalah justru akan mempersulit kerja polisi karena pelaku atau para pihak yang diduga terlibat akan perlahan – lahan menjauh atau menyusun strategi untuk mengantisipasi.

Ini kata Gustav sama seperti penanganan kasus pembunuhan  seorang pengusaha emas di Holtekam dimana Polisi belum memberikan pernyataan resmi ternyata sudah banyak  informasi yang beredar di media social. Kapolres mengakui dari  situasi tersebut pihaknya harus bekerja ekstra dengan mencari terduga pelaku dan ternyata ini betul seperti yang dikhawatirkan dimana salah satu terduga pelaku berinisial MM hampir saja  kabur jika tidak cepat disergap.

“Sumber resmi itu cuma satu yaitu Polresta jadi selama Kapolres belum memerintahkan Kasat Reskrim atau humas menyampaikan secara resmi  maka itu bukan pernyataan  kami sebab dalam bebrapa kasus menonjol itu masyarakat kami  juga meminta agar jangan justru membuat pelaku makin jauh, atau kabur,” kata Gustav Urbinas di Polresta awal peka kemarin. Tak hanya menjauh, jika pelaku mengetahui sudah diincar maka tidak menutup kemungkinan akan menghilangkan barang bukti.

“Jadi jika makin disebar maka ini justru makin mempersulit kerja Polisi dalam hal pengungkapan. Harusnya sabar dulu sebab Polisi sedang bekerja,” sambungnya. Ini sejatinya untuk semua kasus yang sedang ditangani dimana ia meminta masyarakat maupun netizen yang kadang maha benar ini untuk tidak terlalu mengumbar informasi ke public soal penanganan yang dilakukan  polisi. Ini terkecuali jika pelaku sudah diamankan. “Dan untuk kasus pembunuhan di Holtekam ini  bisa dijadikan contoh dimana pelaku mulai takut karena kasusnya ramai dibicarakan orang dan hampir saja berhasil kabur namun kami sempat menangkap yang bersangkutan di bandara,” imbuhnya.

Jadi Kapolres Gustav meminta agar netizen juga bisa memilah dan tidak mudah membuang informasi yang belum disampaikan oleh Polisi. “Pelaku sangat mungkin menjauh dan menyiapkan skenario untuk alibi. Biarkan polisi bekerja dan kalau mau bantu silakan bantu informasi ataupun saksi,” tutupnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *