Berharap Salat Idul Adha Dapat Dilaksanakan di Masjid dan Musala.

Islami Al Payage.((Dok/cepos))

JAYAPURA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi  Papua rupanya ikut mendengar soal adanya pernyataan pemerintah yang berniat meniadakan salat Idul Adha seiring wabah covid yang terus meledak.

Bahkan ada informasi yang muncul jika masjid-masjid dan musala akan ditutup dan umat diminta untuk beribadah di rumah masing – masing. Kendati belum ada keputusan resmi pemerintah, namun MUI Papua berharap banyak untuk Salat Idul Adha tetap dijalankan baik di Masjid ataupun Musala.

Terkait ini MUI menyampaikan sikap bahwa pelaksanaan salat Idul Adha tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan, bukannya meminta umat Islam salat di rumah masing – masing.

“Kami, MUI Papua mengharapkan agar umat Islam betul-betul mengikuti 3 prinsip, pertama taat kepada Allah SWT,  kedua taat kepada rasulullah dan ketiga taat kepada pemerintah sebab pemerintah sebagai wakil Allah di dunia dan saat ini pemerintah sudah memberi penekanan untuk mematuhi semua protokol kesehatan sehingga ini patut dipatuhi dan jangan sampai justru membahayakan orang lain,” kata Ketua MUI Papua, Ust Islami Al Payage melalui ponselnya, Kamis (8/7) kemarin. Payage mengaku kurang menyetujui jika masjid dan mushala tidak menggelar salat Idul Adha apalagi sampai menutup masjid dan mushala.

“Bagi kami yang penting  mematuhi protokol kesehatan dan dimana ada jarak dan tidak diakhiri dengan salam-salaman saya pikir semua akan baik-baik saja dan semoga dengan Idul Adha banyak umat Islam yang akan berbeda agar virus corona ini segera diangkat Allah STW. Dan yang perlu diingat adalah sebaik apapun aturan jika tidak dipatuhi mengikuti ya percuma,” imbuh Islami Al Payage. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *