Pembangunan Seminari Menengah Pastor Bonus Dimulai

Ketua Komisi Seminari Pastor John Kandam, Pr dan Rektor Seminari Pastor Bonus, Pastor Fransiskus Luan, Pr, saat pemberkatan dan meletakkan batu pertama pembangunan pagar keliling untuk melindungi asset untuk pembangunan Seminari Pastor Bonus Merauke,  Rabu (7/7) kemarin. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kekurangan tenaga imam atau pastor yang dialami keuskupan Agung Merauke dalam memberikan pelayanan kepada umatnya di Selatan Papua yang meliputi Kabupaten Merauke, Boven Digoel dan Kabupaten Mappi membuat  pihak Keuskupan Agung Merauke membangun Seminari Menengah Pastor Bonus.

  Pembangunan Seminari Menengah Pastor Bonus ini dimulai  dengan pemberkatan sekaligus peletakan batu pertama untuk pagar keliling sepanjang kurang lebih 400 meter oleh Ketua Komisi Seminari Pastor John Kandam, Pr dan Rektor Seminari Pastor Bonus, Pastor Fransiskus Luan, Pr.

   Ketua Panitia Efrem Pangohoy, SH, mengungkapkan bahwa untuk pembangunan awal  berupa pemagaran  dialokasikan  anggaran sebesar Rp 500 juta. “Pembangunan pagar  ini untuk melindungi asset-aset yang akan kita bangun dalam lingkungan ini berkaitan dengan pembangunan Seminari Menengah  Pastor Bonus. Jadi sebelum kita mulai membangun, kita pagar dulu supaya besok-besok saat mulai pembangunan semua bisa aman,” jelasnya.

  Untuk biaya pembangunan tersebut,  Efrem Pangohoy mengungkapkan bahwa selain sumbangan dari umat juga  bersumber dari bantuan pemerintah  daerah. “Kita terima kasih  karena ada bantuan dari pemerintah daerah dan kita akan kolaborasikan karena pembangunan seminari ini  membutuhkan anggaran sangat besar mulai dari pagar, pondasi dan  bangunannya itu sendiri  sehingga butuh kerja sama dengan seluruh umat, pemerintah daerah dan donatur dari luar. Termasuk adanya  perusahaan dari luar yang siap membantu kita,” jelasnya.

   Uskup Agung Merauke, kata Efrem Pangohoy, mengimbau keterlibatan seluruh umat Katolik yang ada di Keuskupan Agung Merauke. “Kita sudah mulai dengan menyebar kotak pembangunan di beberapa tempat baik pusat keramaian dan gereja-gereja,” terangnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *