Meski Mundur, Pemilu Ulang Tetap Dilakukan KPU

Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen.(Denny/Cepos)

WAMENA-Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen mengaku meski ia sudah menyampaikan pernyataan pribadinya untuk mundur, namun sampai saat ini belum ada keputusan dari pimpinan KPU RI, sehingga saat ini ia masih berstatus ketua KPU. Tahapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Yalimo tetap menjadi tanggung jawab KPU.

  “Walaupun saya dengan ketua Bawaslu mundur secara pribadi, tetapi secara kelembagaan tahapan tetap dilakukan.”ungkapnya Rabu (7/7) kemarin

  Ia menyatakan pimpinannya  di pusat juga tidak berpikir panjang, karena saat ini mereka juga konsentrasi untuk PSU Boven Digoel karena mereka yang komisioner. Untuk saat ini progres dari putusan MK itu KPU Yalimo sudah mempersiapkan tahapan, jadi sedang merancang program dan jadwal kemudian perencanaan anggaran. Dalam  beberapa hari ke depan   akan dikonsultasikan ke KPU provinsi.

  “Dari hasil konsultasi itu akan disampaikan ke KPU pusat untuk dilihat kira-kira tahapan yang dibuat oleh KPU Yalimo itu bisa tidak dengan waktu 120 hari itu sesuai atau tidak,” bebernya.

  Walianggen ingin mengklarifikasi bahwa  pernyataan mundur yang disampaikan itu, memang posisi  saat ini jabatan ketua KPU dan Bawaslu itu melekat, tetapi penyampaian itu secara pribadi. Walaupun  mundur dan secara kelembagaan KPU serta Bawaslu akan melaksanakan putusan MK. tetap mereka akan melaksanakan PSU.

  “Kami klarifikasi apa yang kami sampaikan itu, putusan MK adalah final dan mengikat, KPU punya tanggungjawab untuk tindak lanjuti dan tetap akan kita laksanakan, tetapi di sisi lain kita juga akan sesuaikan dengan kondisi di daerah kalau itu sudah bisa untuk kita laksanakan,”bebernya

   Di sisi lain, kata Walianggen,  KPU juga mengalami musibah dalam hal ini kantor dibakar, kemudian harus memulai suatu tahapan ini akan berat, tetapi pihaknya minta dukungan dari semua pihak. Terutama doa dan juga spirit mereka berikan kepada KPU sehingga proses ini diawali dengan apa adanya karena kantor dibakar.

  “Tidak tahu kami akan memulai dari mana dan berakhir di mana, tetapi sebagai tanggungjawab moril kami tetap kami mempersiapkan seluruh perencanaan ini kemudian masalah anggaran dengan berjalannya waktu,”katanya

  Ia menambahkan apabila Yalimo sudah kondusif, KPU juga akan berkoodinasi dengan Pemda, termasuk koordinasi masalah tempat, agar KPU bisa melaksanakan putusan MK ini.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *