Masih Ada Warga Kota Belum Tahu Soal Vaksin

Seorang tenaga medis dari Lantamal X Jayapura ketika melakukan tensi kepada salah satu warga Dok IX dalam serbuan vaksin  amphibi Rabu (7/7) kemarin. Meski covid sudah berjalan 2 tahun ternyata masih ada warga yang belum paham soal vaksin.((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Serbuan vaksin amphibi yang dilakukan Lantamal X Jayapura lewat door to door akhirnya dilakukan Rabu (7/7). Lokasi yang disasar adalah warga Dok IX Jayapura Utara  khususnya yang tinggal di atas air Lorong demi lorong dimasuki oleh tim medis yang dipimpin  langsung Danlantamal X Jayapura, Kol Marinir Feryanto Pardamean Marpaung. Perwira bunga tiga di bahu ini turun langsung dari arah laut menggunakan sea reader dan menanyakan kondisi warga. Satu persatu tim medis juga mulai mengetuk pintu rumah dan melakukan pendataan soal kondisi kesehatan warga.

Feryanto menyampaikan bahwa Rabu kemarin merupakan hari ketiga belas sebuan vaksin  yang diawali pada 26 Juli dan strategi yang dilakukan untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan 2 juta tiap harinya kini dilakukan dengan menyambangi rumah warga. Danlantamal melihat saat ini masih ada warga yang belum memahami persis soal apa itu vaksin. Nah pihaknya ingin mengantisipasi jangan justru ketidaktahuan ini malah diisi oleh informasi yang tidak betul.

“Ternyata masih ada warga di kota yang  ini belum tahu tentang vaksin. Ada juga keluarga yang menerima dengan baik dan siap divaksin tapi ada juga yang ketakutan karena banyak informasi hoax yang muncul. Ini yang coba kami luruskan,” beber Feryanto. Ia mengingatkan public  khususnya bagi mereka yang menolak vaksin bahwa saat ini seluruh dunia sedang berjuang dan berperang melawan covid dan salah satu upayanya adalah melakukan vaksin. “Setelah dari rumah ke rumah dan setelah pemahaman itu tumbuh kami akan buka tenda untuk melayani secara massal dan hingga kini sudah 4500 orang yang kami vaksin,” tambahnya.

Disini Danlantamal menyampaikan bahwa  vaksin memangt tidak membuat orang kebal covid namun paling tidak nantinya memiliki daya tahan yang lebih baik ketika terinfeksi.  “Jadi kalaupun terinveksi paling tidak kondisinya bisa lebih baik dibanding yang belum divaksin. Kegiatan vaksinasi di Dok IX ini masih akan kami lanjutkan besok dan kami senang karena 97 persen warga disini adalah masyarakat asli Jayapura,” imbuhnya. Seorang warga bernama Nikodemus mengaku tidak tahu banyak soal vaksin. Ia hanya mendengar dari anaknya jika TNI AL akan melakukan vaksin dan iapun bersedia. “Belum tahu tentang vaksin, tadi anak saya yang beritahu ada program vaksin untuk corona dan saya bersedia,” singkat pria kelahiran 1964 ini. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *