KONI Papua Masih Butuh Rp 500 M

Suasana Rapat Kerja Komisi V DPR Papua dalam rangka pengawasan urusan pemerintah bidang Kesra Komisi V DPR Papua  di Hotel Horison Jayapura, Rabu (7/7) kemarin.(Yohana/Cepos)

*DPRP Minta Venue yang Sudah Selesai Bisa Dipake Atlet untuk Kuasai Arena Pertandingan

JAYAPURA –PON XX yang sudah di depan mata, namun sejumlah pekerjaan rumah belum rampung, terutama yang menghangat adalah soal anggaran, karena itu DPRP dalam hal ini komisi V menggelar pertemuan dengan KONI Papua.

Ketua Komisi V DPR Papua  Timiles Yikwa menjelaskan dalam pertemuan dengan KONI Papua pokok permasalahan yakni soal penganggaran. “Kami rasa KONI Papua perlu untuk dibantu yaitu terkait persiapan anggaran, dimana anggaran yang dibayarkan tidak sesuai dengan permintaan dari KONI  Papua , kami selaku Komisi V DPR Papua  meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua  agar segera menjawab kebutuhan KONI  Papua ,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/7) kemarin.

Diakuinya, ini persoalan besar yang harus segera diselesaikan, mengingat pelaksanaan PON XX tinggal 81 hari lagi. selain anggaran permasalahan berikutnya adalah venue-venue yang sudah dibangun diharapkan bisa digunakan sambil menunggu PON XX.

“Fasilitas venue yang sudah dibangun harus segera difungsikan, saya harapkan Disorda Papua , bisa memfasilitasi para atlet guna memfungsikan venue-venue yang sudah dibangun, agar atlet kita juga sudah kuasai arena sebelum bertanding nantinya,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI  Papua Kenius Kogaya menjelaskan, terkait dengan hasil diskusi yang dilakukan oleh Komisi V DPR Papua  bersama KONI  Papua , guna mengevaluasi kesiapan sukses prestasi para alet PON Papua , sekaligus kesiapan anggaran yang diberikan.

“Kami berharap dari hasil pertemun ini, kita bisa mendapatkan dukungan anggaran baik dari DPR maupun dari Pemerintah Provinsi Papua , untuk memback up sukses prestasi, dari hitungan kita masih kurang Rp 500 miliar lagi, yang mana saat ini sudah ada sekitar Rp 800 miliar,” katanya. Diakuinya, total anggaran Rp 1,3 triliun diharapkan tersebut sudah termasuk untuk bonus dan untuk kontingen Papua . (ana/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *