Serangan Vaksin Lantamal Dilakukan Door to Door

Danlantamal X Jayapura, Kol Marinir Feryanto Pardamean Marpaung menyalami peserta vaksin yang digelar Lantamal X Jayapura di lokasi Pasar Ikan Hamadi, Selasa (6/7) kemarin. Lantamal akan melakukan vaksinasi dengan menyambangi rumah ke rumah.((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Lantamal X Jayapura menunjukkan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan covid 19. Cara yang dilakukan tidak lagi sekedar mengumpulkan warga disatu titik kemudian melakukan pendataan dan penyuntikan vaksin melainkan akan dilakukan dengan cara door to door atau dari rumah ke rumah. Ini dilakukan guna memaksimal capaian target dimana jika seluruh warga sudah divaksin paling tidak  memiliki kekebalan tubuh yang sama untuk menahan gempuran covid yang lebih dahsyat.

Danlantamal X Jayapura, Kol Marinir Feryanto Pardamean Marpaung menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukan Selasa (6/7) kemarin merupakan kegiatan hari kesebelas dimana pertama kalinya digelar pada 26 Juni. Ini kata Feryanto akan terus dilakukan setiap hari. “Kami mendorong program pemerintah dengan target setiap harinya 2 juta masyarakat yang divaksin. Kami akan berusaha mencapai titik kelompok masyarakat pesisir maupun pulau yang terpisah dari pulau besar. Kami menganggap bahwa vaksin ini menjadi penting dengan situasi seperti sekarang. Tubuh mereka yang sudah divaksin tentu akan lebih kebal dibanding yang belum divaksin,” kata Feryanto saat ditemui di Pasar Ikan Hamadi, kemarin.

Ia sendiri menyatakan bahwa seluruh prajuritnya 100 persen telah divaksin sehingga ia meminta untuk seluruh prajurit ikut membantu bagi warga yang belum. Disamping melaksanakan vaksinasi di Mako Lantamal,  kata Feryanto ada juga 3 tim yang bergerak keluar. “Tim medis akan mendatangi rumah – rumah masyarakat di pesisir yang kemungkinan hingga kini  belum melakukan vaksin dan tidak tahu informasi soal vaksin itu sendiri. Itu tugas kami menjelaskan dan memberikan pelayanan vaksin,” tambahnya.  Soal banyak yang belum mendapatkan informasi soal vaksin ini kata Lantamal dibuktikan dengan warga di  Pasar Ikan yang ternyata baru melakukan vaksin pertama.

“Saya mendengar mereka baru pertama kali artinya bisa saja yang diinginkan adalah tim medis lebih dekat dengan pemukiman atau tempat tinggal mereka.  Sedangkan untuk pulau terluar kami akan gunakan SDM yang ada termasuk vaksinatornya,” sambungnya. Danlantamal   yang baru menjabat seminggu ini mengakui hingga kini masih banyak isu negative soal vaksin itu sendiri. “Ada yang menyebut dalam vaksin ada unsur logam, chips atau barcode itu sama sekali tidak benar. Itu pekerjaan orang yang ingin mencari keuntungan dengan menyebar hoax,” tutupnya.  (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *