PGBWP Akan Terus  Kembangkan Pelayanan Sampai ke Pesisir Papua

Presiden persekutuan gereja-gereja baptis west Papua, Dr. Socrates Sofyan Yoman mengenakan tanda peserta, di halaman gedung ibadah Gereja Baptis Wahno Kotaraja Selasa, (6/7).(Noel/Cepos)

JAYAPURA  Konferensi IV Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, (PGBWP) dilaksanakan di halaman gedung ibadah Gereja Baptis Wahno Kotaraja, dan akan dilaksanakan selama empat hari.

Ketua wilayah persekutuan gereja-gereja baptis west Papua, Anthon Kogoya mengatakan selama ini orang beranggapan kalau gereja baptis itu milik orang gunung atau Lani, di Maggi,Tiyom, Pit Rivet, di kabupaten Lanny Jaya.  Karena itu pihaknya punya visi besar untuk terus mengembangkan pelayanan sampai ke daerah pesisir pantai sesuai amanat agung.

“Kedepan kami akan kembangkan gereja lagi walau sekarang ini ada 14 gereja dan akan bertumbuh lagi menjadi 40 gereja dan itu sudah di survei dan akan dibahas dalam konferensi ini nanti,” jelasnya. “Kami sampaikan terima kasih karena dukungan jemaat, Kabupaten dan Kota Jayapura serta Keerom. Pelayanan ini terus berjalan walau situasi saat ini dihantui oleh covid-19, dan siapa yang nanti jadi pemimpin tetap kami dukung terus dalam,” jelas Anthon.  Selain itu pihaknya juga akan mengembangkan pelayanan sampai ke Selatan Papua.

Sementara itu presiden persekutuan gereja-gereja baptis west Papua, Dr. Socrates Sofyan Yoman mengatakan dalam konferensi ini ada lima kebijakan yang didorong.

“Pendidikan, kesehatan, penginjilan, pemberdayaan ekonomi umat, dan perjuangan perdamaian dan penentuan nasib sendiri, penentuan nasib sendiri itu realitas dan gereja tidak bisa menyangkal itu Tuhan akan marah jika suara ini tidak diteruskan. kebijakan ini perlu diteruskan dan dikawal,” Presiden baptis.

Kata Socrates umat baptis di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura selalu menjaga keharmonisan antara sesama umat di tanah Tabi ini. “Kami selalu menjaga keharmonisan itu karena kami ada dan duduk di atas tanah orang-orang Tabi, jadi Kami harus jaga tanah Tabi ini baik, untuk menghargai nama-nama lokal di tanah Tabi ini kami berikan nama gereja sesuai dengan tempatnya, sepeti gereja baptis Wahno, Itawakum, menehi, Yame, Ramoho, semua nama-nama lokal,” jelasnya.

Pada kesempatan ini ia juga menggantikan nama tingkat kota dan kabupaten menjadi Wilayah baptis Tabi. “Kalau wilayah kota dan kabupaten itu hanya melingkup di sekitar sini saja sedangkan, ada jemaat yang di Lereh, Keerom, jadi hari ini secara resmi saya ganti menjadi wilayah Baptis Tabi karena kita ada di atas tanah Tabi,” ujar Yoman.(oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *