Ingat, ke Jawa dan Bali Wajib Tunjukan Bukti Vaksin Covid-19

Para calon penumpang saat antrean mengikuti rapid antigen di Bandara Sentani, pekan kemarin.  mau ke Jawa dan Bali wajib tunjukkan bukti vaksin Covid-19.("Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemerintah cukup tegas dalam menerapkan aturan kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke Jawa maupun ke Bali. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19 yang mulai diberlakukan, Senin (5/7).

Vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka menyukseskan vaksinasi nasional serta tindak lanjut dikeluarkannya Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19 yang mulai diberlakukan pada 5 Juli 2021.

Pada surat edaran  tersebut dinyatakan syarat dokumen bagi calon penumpang penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali yaitu Sertifikat Vaksin Covid-19 pertama dan Surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

“Sementara itu, syarat dokumen bagi calon penumpang pesawat udara yang akan melakukan perjalanan udara di luar wilayah Jawa dan Bali yaitu surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil tes negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia,”kata Humas Bandara Sentani, Surya Eka dalam release yang diberikan kepada wartawan, Selasa (6/7).

General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sentani Agus Budiharto mengatakan, pihaknya selaku pengelola bandara menyambut baik program serbuan vaksinasi, yang bekerjasama dengan Lanud Silas Papare dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura.

“Vaksinasi yang bertempat di Bandara Sentani ini memang fokus kepada seluruh stakeholder antara lain petugas airlines maupun ground handling, serta calon penumpang maupun pengantar atau penjemput penumpang, yang belum menerima vaksinasi,”ujarnya.

Dikatakan, selain pengetatan penerapan protokol kesehatan, untuk pengecekan dokumen kesehatan juga diperketat, apabila kedapatan dokumen palsu maka akan ditindak tegas dan diproses hukum.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang benar-benar harus melakukan perjalanan udara pada masa PPKM Darurat ini untuk dapat menyiapkan dokumen syarat penerbangan sehari sebelum keberangkatan dengan benar dan teliti, serta tiba di bandara sekitar 3 jam sebelum waktu keberangkatan demi kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *