Pulangkan Atletnya dari Pulau Jawa dan Bali

Kenius Kogoya.(Erik / Cepos)

JAYAPURA – Lonjakan angka pasien Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali membuat pengurus KONI Papua sedikit gelisah. Apalagi beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali saat ini menjadi zona merah. Tentu kebijakan tersebut berdampak pada segala aspek yang ada di pulau Jawa dan Bali, termasuk atlet Papua yang sedang melakukan pemusatan latihan, misalnya.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya menegaskan, dengan kondisi Covid-19 di pulau Jawa yang terus meningkat tajam, sehingga KONI Papua tidak akan mengambil resiko dan akan memulangkan atletnya yang sedang menjalani TC di pulau Jawa dan Bali.

“Secepatnya kita akan tarik atlet kita ke Papua, karena kemungkinan venue-venue di sana (Jawa dan Bali) juga sudah ditutup, kita akan tarik mereka secepatnya,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di KONI Papua, Senin (5/7).

Kenius juga berharap, PB PON maupun dinas terkait agar menfasilitasi para atletnya agar bisa menggunakan venue-venue yang sudah selesai dikerjakan.

“Kita berharap sebagai tuan rumah lebih menguasai arena, jangan sampai kita sama dengan tim tamu, merasa asing di rumah sendiri. Kami harapkan kerjasama dari PB PON, kalau bisa dua bulan sebelum PON atlet kami sudah masuk untuk penguasaan venue,” ujar Kenius.

Selain itu, Kenius juga menyebutkan, beberapa venue telah selesai dibangun namun belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

“Kita harapkan setiap venue yang sudah dibangun, perlengkapannya juga sudah harus dipasang. Katakanlah venue voli, venuenya sudah selesai, tapi untuk net-nya belum ada. Ini juga soal kesiapan test event, karena tidak bisa menggelar test event kalau peralatan belum dilengkapi. Dan kami dapat kabar juga dari Bidang Arena dan Peralatan PB PON bahwa test event bisa dilaksanakan pada bulan Agustus,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *