Pertaruhan Harga Diri, PON Harus Tetap Jalan

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT saat memberikan arahan kepada panitia Sub PB PON XX Cluster Merauke, Senin (5/7).(Sulo/Cepos)

MERAUKE Bupati Merauke  Drs Romanus Mbaraka, MT, mengumpulkan seluruh panitia Sub PB PON XX Cluster Merauke,  di Gedung Olahraga Hiad Say Merauke,  Senin (5/7).  Kepada seluruh panitia Sub PB PON XX tersebut, Bupati Romanus Mbaraka menengaskan bahwa sesuai dengan instruksi Presiden (Inpres) apapun yang terjadi PON harus dilaksanakan. Karena PON XX ini bagian dari integritas  bangsa.

  ‘’Indonesia bisa hebat kalau dapat melaksanakan PON ditengah Covid. Itu satu yang harus ditanamkan di dalam otak. Jadi like in like,  atau suka tidak suka, mau tidak mau PON harus jalan. PON harus tetap jalan demi pertaruhan harga diri bangsa Indonesia. Kedua, ini pertaruhan harga diri orang Papua,’’ terangnya.

Menurut Bupati, kepercayaan negara ini kepada Papua harus dilaksanakan  dengan baik. Karena tidak tahu  berapa tahun kedepan lagi baru Papua bisa mendapatkan giliran. Sebab itu,  ia mengajak untuk all out.

‘’Mari kita all out untuk melaksanakan giat PON,’’ ajaknya.

Bupati  juga mengungkapkan, bahwa uang yang diserahkan oleh PB PON ke Sub Panitia PON Cluster Merauke sebesar Rp 60 miliar.   Tadinya, kata Bupati  ingin agar perekrutan relawan langsung diberikan ke Sub PB PON Merauke yang pembiayaannya dari APBN.

‘’Saya juga minta agar akomodasi diberikan kepada kita tapi pembiayaannya dari APBN. Begitu konsumsi yang bersumber dari APBN diserahkan ke kita. Tapi sesuai dengan kesepakatan saya dengan pak Sekda  dan Ketua PB PON Papua, itu akan diberikan ke daerah. Akan diberikan ke Subda PB PON. Mudah-mudahan ini menjadi nyata,’’ jelasnya.

Bupati juga menjelaskan bahw atadinya orang ragu dengan PON  khusus di Merauke. Itu karena dirinya menolak.

‘’Sebenarnya saya tidak menolak secara langsung. Tapi, saya mau ada kesepakatan tentang kewenangan yang diberikan kepada Subda PB PON.  Sehingga saat malam terakhir, saya di telpon dari Jakarta oleh Ketua KONI Pusat, Rudi Maswi, Pak Tomi Mano,  Pak Flassy. Semua telpon agar saya segera mengambil keputusan untuk dapat menerima dana  Rp 60 miliar. Tadinya saya coba tambah Rp 100 miliar tapi ternyata bapak ibu punya usulan juga  sudah tidak bisa dinaikan. Karena terjadi banyak pendobolan kegiatan,’’ jelas bupati.

Karena  uang sudah ada   ditangan, Bupati memerintahkan untuk segera mencairkan anggaran untuk kegiatan awal. ‘’Dalam waktu sisa waktu 89  hari pelaksanaan PON ini, mulai besok kegiatan mulai jalan. Jadi segera cairkan  anggaran untuk kegiatan sesuai dengan RKA yang sudah disusun dan ditetapkan,’’ tandasnya.

Namun begitu, Bupati Romanus Mbaraka, mengingatkan agar anggara tersebut digunakan sesuai peruntukan dan dapat dipertanggung jawabkan. ‘’Jangan sampai besok, kita diikat semua,’’pungkasnya  mengingatkan. (ulo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *