Gandeng BNN, Canangkan Kampung Bersinar

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat mencanangkan Kampung Bersinar di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Senin, (5/7), kemarin.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bekerjasama dengan pihak BNN Kabupaten Jayapura mencanangkan Kampung tangguh di 2 kampung yaitu Kampung Yahim dan Kampung Sablon Sari.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan, generasi muda yang ada di Kabupaten Jayapura wajib dijaga dan itu bukan saja menjadi tugas dari pemerintah, tetapi juga semua pihak, termasuk orang tua dan keluarga.

“Saya sudah sampaikan di berbagai kesempatan supaya masalah peredaran narkotika khususnya jenis ganja di Kabupaten Jayapura ini menjadi perhatian dari semua pihak,” kata Mathius Awoitauw, Senin, (5/7).

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dari BNN sampai saat ini, kampung-kampung sudah menjadi tempat berkembang biaknya narkotika. Karena kampung itu dianggap ditempati oleh orang-orang yang dari sisi pengetahuannya masih minim terkait narkotika.

“Sehingga narkotika ini disembunyikan, disimpan di sana,” katanya.

Secara otomatis kemudian pengaruh ini tidak secara langsung mengedukasi masyarakat dan mempengaruhi masyarakat setempat. Mulai dari bagaimana menggunakan narkotika, kemudian menjadi kurir bahkan menanam dan sebagainya. Oleh karena itu, kampung ini harus menjadi perhatian. Dan perhatian itu tidak harus dari pemerintah atau instansi terkait, tetapi juga keterlibatan masyarakat setempat,  termasuk pemerintah kampung yang ada di kampung itu.

Karena dari sisi keamanan, aparat keamanan tidak bisa serta-merta langsung ke kampung-kampung. Tetapi yang lebih tahu adalah aparat kampungnya dan masyarakat setempat.

“Perlu ada anggaran supaya pergerakan ke sana secara masif dari kampung itu bisa dilaksanakan. Kalau tanpa anggaran, saya pikir itu mustahil,” jelasnya.

Diakui, Bupati Jayapura telah mengeluarkan surat edaran kepada setiap kampung agar seluruh kepala kampung menyediakan anggaran terkait penanganan narkotika di kampung. Sejauh ini, hal itu sudah berjalan baik, namun karena adanya pandemi Covid- 19 sehingga hampir tidak lagi dianggarkan di kampung.

“Memang ada yang menganggarkan, ada juga yang tidak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembentukan Kampung Bersinar terkait penanganan narkotika ini diharapkan ke kampung-kampung lain yang ada di dekat kampung tersebut juga dapat melakukan hal yang sama. Sejauh ini, baru ada 2 kampung yang sudah dijadikan sebagai Kampung Bersinar. Diharapkan kedepan, kampung-kampung lainnya juga bisa mencanangkan kampungnya sebagai Kampung Bersinar dalam rangka penanganan narkotika. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *