Tak Terima Dianiaya, Anak Gugat Ayah Kandung

Salah satu korban, Kesly menunjukkan surat laporan ke Polda Papua dan pemanggilan dari Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin (5/7).

 

JAYAPURA – Seorang anak bernama Michell Loajaya terpaksa mengajukan gugatan hukum ke kepolisian terhadap pelaku yang notabene adanya ayah kandungnya berinisial TL.
Michell melapor karena tak terima dianiaya oleh TL saat berada di tempat usaha ayahnya di Entrop. Akibat penganiayaan ini sang anak mengalami luka di bagian bibir dan sempat ditampar oleh sang ayah.
Tak hanya Michell, sang adik bernama Kevin dan Kesly juga ikut dianiaya sehingga ketiganya sepakat mengadukan sang ayah.
Hanya saja kasus ini sudah terjadi 21 Desember 2018 lalu namun baru diangkat lantaran melihat kinerja penegak hukum yang terkesan lambat.
Bagaimana tidak, kejadian sejak 21 Desember 2018 kemudian dilaporkan ke SPKT Polda pada 22 Desember 2018, ternyata kasus ini baru diajukan ke Kejaksaan pada Maret 2021 atau sekira 3 tahun setelah dilaporkan. Perkara ini sendiri baru disidangkan di Pengadilan Negeri Jayapura pada 8 Juni 2021 yang artinya butuh waktu sekira 3 tahun untuk menangani satu kasus penganiayaan.
Dari keterangan yang disampaikan salah satu sang anak bernama Kesly, kasus ini bermula ketika kedua kakaknya, Michell dan Kevin baru kembali dari Amerika kemudian menemui ayahnya yang merupakan owner dari salah satu hotel di Entrop untuk menanyakan biaya kuliah yang tak lagi dibiayai oleh ayahnya. Namun dari pertemuan ini berujung cekcok dan terjadilah penganiayaan terhadap Michell, Kevin dan Kesly. “Kami bertiga kena pukul dari ayah bahkan kakak saya Michell sempat ditampar,” cerita Kesly kepada Ceposonline.com, Senin (5/7).
Ketiganya mengajukan gugatan karena menganggap sang ayah sudah kelewatan dan tidak berlaku adil terhadap keluarga.
Namun dari kasus ini ketiganya menyoroti proses penegakan hukum yang terbilang lambat. “Dari kepolisian untuk naik ke Kejaksaan itu lama sekali, saya sendiri baru dimintai keterangan di pengadilan pada 8 Juni lalu sedangkan kakak saya pada 22 Juni via zoom,” beber Kesly.
Bahkan kasus dengan nomor perkara perkara 126/Pid.Sus/2021/PN.Jap awalnya ditangani jaksa bernama Yafeth Bonai SH., MH namun kini ditangani oleh Jaksa Madya, Adrianus Y.Tomana SH., MH. “Kakak saya Michell baru dipanggil jaksa pada 30 Mei 2021, kami rasa ini sangat lama,” bebernya. Kesly dan kedua kakaknya berharap upaya hukum yang dilakukan ini bisa mendapatkan keadilan karena selama ini sang ayah dikatakan tidak berlaku adil.
“Kami minta proses hukum yang seadil – adilnya, jangan sampai aparat penegak hukum justru masuk angina dan mengabaikan nilai keadilan. Kakak saya sudah tidak dibiayai dan ada banyak hal yang harusnya ayah saya bisa berlaku adil,” tutupnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *