Menanti Hattrick Medali Emas Sang Algojo ‘Agus Mahuse’

Agus Mahuse saat melakukan latihan di Stadion Lukas Enembe beberapa bulan lalu.(Erik / Cepos)

Berharap Perhatian Pemerintah Papua

JAYAPURA – Nama Agustinus Mahuse masih menjadi atlet andalan Papua pada cabang olahraga Atletik nomor Lempar Lembing Putra. Pria asal Merauke itu dijagokan bisa mendulang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 Papua yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Agus Mahuse, begitu dia disapa, bukan nama baru di pentas olahraga terbesar tanah air empat tahunan itu. Mahuze sudah melewati tiga kali episode PON, dan PON XX Papua merupakan keempat kali baginya. Mahuze memulai karir profesionalnya saat PON XVII Kalimantan 2008 silam, saat itu Mahuze sudah menunjukan taringnya dengan meraih medali perak.

Bergeser pada PON XVIII Riau 2012, Mahuse sukses mempersembahkan medali emas bagi kontingen Papua dengan lemparan sejauh 64,84 meter. Mahuse menahbiskan dirinya sebagai the next Frans Mahuse setelah sukses mempertahankan medali emas saat PON XIX Jawa Barat 2016. Kala itu Mahuse dengan lemparan sejauh 68,81 meter, catatan tersebut menjadi lemparan terbaiknya selama tiga kali mengikuti PON.

PON XX Papua, Mahuse kembali mematok target meraih medali emas untuk ketiga kalinya secara beruntun. Ia optimis, momentum tuan rumah akan memacu semangatnya untuk bisa kembali berada di puncak podium juara. Ia mengaku memiliki ambisi begitu besar untuk bisa hattrick medali emas.

Menuju PON XX Papua, Mahuse terus memperbaiki catatan lemparannya. Bahkan saat turnamen Papua Open yang digelar di Mimika Sport Center pada Februari 2020 silam, Mahuze sukses meraih medali emas dengan lemparan 68.37 meter. Dengan sisa dua bulan lebih, Mahuse optimis bisa meningkatkan catatan jarak lemparannya.

“Saya sudah tiga kali tampil membela Papua di PON, PON Kalimantan saya medali perak, PON Riau medali emas, dan PON Jawa barat medali emas. Target saya saat PON XX Papua, sebagai tuan rumah saya tetap akan memberikan yang terbaik lagi buat Tanah Papua,” ungkap Mahuse kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Wisma Atlet Mandala Jayapura, Sabtu (3/7).

Sebagai cabang olahraga terukur, Mahuse mengaku memberikan perhatian khusus kepada kontingen Sumatera Utara. Menurutnya, Sumatera Utara (Abdul Hafiz) akan menjadi saingan berat mereka. Hal itu diutarakan Mahuse berkaca dengan hasil PON Jawa Barat, dimana wakil Sumut meraih medali perunggu. “Kalau berbicara soal calon lawan berat, ya tentunya satu dari junior saya sendiri dan dari Sumatera Utara,” ujar Mahuse.

Dirinya juga menceritakan, sukses yang ia raih tidak lepas dari latihan keras dengan disiplin. Ia mengaku sudah mulai menggeluti olahraga lempar lembing sejak 2002, tepatnya saat ia masih berada di bangku pendidikan SMP.

“Pesan saya buat adik-adik, khususnya yang di Merauke, harus terus berusaha keras di dalam olahraga atletik, siap diatur oleh pelatih dan pengurus agar bisa sukses kemudian hari,” ucap Mahuse.

Mahuse juga berharap adanya perhatian dari pemerintah Provinsi Papua terkait masa depannya. Sebab ia mengaku belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga ia khawatir tidak akan memiliki pekerjaan lagi saat memilih pensiun sebagai atlet.

“Selama ini saya hanya menjadi atlet, selain itu saya tidak punya pekerjaan selain jadi atlet. Saya berharap kepada Pak Gubernur agar memperhatikan atlet seperti saya yang sudah tiga kali PON mengharumkan nama provinsi Papua,” pungkas Mahuse. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *