Kenius Kogoya Dianggap Paling Tepat Dampingi Gubernur

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi didampingi Ketua DPC Hanura Kabupaten Nabire, Alex Kamiroki dan Muliana Andi Ketua DPC Hanura Kabupaten Biak Numfor membacakan pernyataan sikapnya dukungannya untuk Ketua DPD Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya untuk menduduki posisi Wagub Papua setelah menerima rekomendasi DPP Hanura yang dibacakan disela – sela Rakorda Partai Hanura di Hotel Horison Kotaraja, Jumat (1/7). (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Sepekan terakhir beberapa nama yang dianggap cocok  untuk mengisi kekosongan kursi jabatan wakil gubernur mulai bermuculan. Sebelumnya dari sekelompok pemuda Tabi ada yang menyebut Ones Pahabol untuk mengisi posisi tersebut kemudian ada juga dari keluarga Klemen Tinal yang mengajukan nama Jansen Tinal dan kini ada sosok lain yang juga dianggap layak yakni Ketua DPD Hanura Papua, Kenius Kogoya.

Kenius disebut sebagai sosok yang paling tepat, mengingat sejumlah indicator. Pertama ia sosok muda yang enerjik, kedua, ia sebagai pemimpin partai, ketiga memiliki jabatan strategis di sejumlah organisasi.

Kenius juga baru saja menerima penghargaan The Best Figure Excellene Award 2021. Ia juga menjadi sosok yang tidak banyak bermasalah dan mudah berbaur di berbagai kalangan serta diterima di banyak kalangan. Dirinya juga menjadi satu sosok yang selama ini dikenal memiliki komitmen mendukung kebijakan gubernur dan wakil gubernur.

“Kami menganggap pak Kenius menjadi sosok yang paling tepat. Sebagai pimpinan partai Hanura yang juga menjadi partai koalisi pada pemenangan Pilkada lalu dan beliau memiliki komitmen yang jelas untuk mendukung kebijakan pemerintahan saat ini,” kata Lamek Maniagasi, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Waropen dalam pernyataan sikapnya disela – sela Rakorda Partai Hanura di Hotel Horison Kotaraja, Jumat (1/7) lalu.

Lamek saat menyampaikan statemennya ini tidak sendiri. Ia didampingi Ketua DPC Hanura Kabupaten Nabire, Alex Kamiroki dan Muliana Andi Ketua DPC Hanura Kabupaten Biak Numfor.

Ketiganya memberi dukungan penuh, apalagi setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura memberikan rekomendasi kepada Kenius Kogoya untuk  diajukan  menempati posisi wagub sesuai dengan surat DPP nomor A/069/DPP-Hanura/VI/2021 perihal persetujuan rekomendasi calon wakil gubernur provinsi Papua sisa jabatan 2018-2023. “Dengan adanya SK DPP kami semakin bulat mendukung Ketua DPD Hanura Papua untuk membantu pak Lukas menyelesaikan tugas – tugasnya dan Pak Kenius kami anggap sebagai sosok pemimpin yang tidak banyak pro kontra sehingga  kami pikir tidak berlebihan jika beliau masuk dan ikut diperhitungkan,” tambah Lamek.

Ditambahkan Alex  Kamiroki bahwa yang disampaikan adalah aspirasi murni dari masyarakat yang selama ini melihat bahwa gubernur perlu didampingi untuk mendorong sejumlah agenda besar. Salah satunya adalah menyangkut Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020. Dengan bekal sebagai Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius dianggap cukup paham soal keolahragaan.

“Kalau soal ini kami tidak ragukan, beliau juga bisa berbicara banyak soal cabor yang akan dipertandingkan dan sudah mengikuti jauh terkait agenda PON sehingga tidak perlu lagi beradaptasi untuk mengenal PON dan bagaimana cara menyukseskannya,” tuturnya.

“Kami yakin sebab kemampuan beliau  dari aspek cabang olahraga pasti dibutuhkan untuk membackup pa gubernur. Kami berharap pa Lukas bisa mempertimbangkan ini,” sambungnya. Yang jelas kata Alex, dirinya dan partai Hanura yang tersebar di 29 kabupaten kota dengan keanggotaan yang militant memastikan akan  memberikan dukungan penuh untuk keduanya  dalam menjalankan pemerintahan.

Selain itu jika melihat  beberapa sosok yang berangkat dari partai politik ternyata baru Kenius yang mengantongi rekomendasi dari DPP  meski nantinya akan kembali lagi ke pilihan gubernur. Pendapat lain juga bermunculan dimana jika saat ini jabatan gubernur ditempati Partai Demokrat kemudian kursi wagub sebelumnya ditempati oleh Golkar sementara NasDem sendiri sudah menduduki jabatan Ketua DPR Papua maka dari empat partai pendukung tersisa hanya Partai Hanura yang tidak mendapatkan kursi strategis.

“Kami pikir ini masuk akal, coba lihat dari posisi dan partai yang ada. Semua sudah diisi dan yang tersisa hanya Partai Hanura sehingga semoga ini bisa menjadi pertimbangan gubernur nantinya,” sambung Lamek yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Waropen ini.

Sementara Kenius Kogoya saat diwawancarai menanggapi datar informasi soal surat dari DPP. Ia menyerahkan semuanya kepada gubernur untuk menentukan siapa yang akan dipilih.  “Iya DPP sudah mengeluarkan rekomendasi atas nama ketua DPD Hanura Papua untuk diajukan dalam pencalonan pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubenur Papua tapi kita ikuti mekanisme yang ada saja. Jika nantinya pak gubernur memilih saya tentunya mau tidak mau saya harus menemani beliau. Itu juga menjadi tanggung jawab pemimpin sehingga mau tidak mau dan siap tidak siap itu harus siap apalagi DPP sendiri sudah mempercayakan, tapi biarlah beliau (gubernur) yang nantinya menentukan,” singkatnya.

Sementara dari Pilkada 2018 lalu, Hanura Papua memiliki 5 kursi perwakilan di DPR Papua dan Hanura menjadi partai pertama yang mengusung Lukmen Jilid II saat itu. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *