Semester Pertama Didominasi Kasus Curanmor 

Razia yang dilakukan Polres Jayawijayadi dalam Kota Wamena guna menyikapi laporan curanmor yang masih mendominasi di semester pertama tahun 2021.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos MM mengungkapkan bahwa untuk semester pertama  tahun 2021 ini,  kasus yang menonjol yang ditangani Polres Jayawijaya  dinominasi oleh Curanmor. Dimana ada 86 kasus Curanmor  yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Sementara untuk Pencurian biasa 20 kasus dan pencurian dengan kekerasan itu 17 kasus.

  “Kurang lebih 6 bulan  terhitung Januari hingga Juni kemarin, data Polres Jayawijaya dalam penanganan kasus yang menonjol masih dinominasi oleh curanmor masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencurian biasa dan pencurian dengan kekerasan,” ungkap Kapolres, Jumat (2/7) kemarin.

  Ia menyatakan meskipun di tahun ini kasus curanmor terlihat tinggi, namun jika dibandingkan dengan tahun lalu saat ini mengalami penurunan. Sebab,  dari evaluasi yang dilakukan Polres Jayawijaya, khusus kepada kejahatan jalanan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan  banyaknya warga yang membawa sajam, sehingga kepolisian menyikapinya dengan peningkatan kegiatan kepolisian patroli Pleton dan  perbanyak razia sajam dan juga tempat pembuatan miras,

  “Walaupun saat ini jumlah kasus curanmor terlihat tinggi, tapi  bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan. Namun ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk terus melakukan presing dengan kegiatan patroli dan razia sehingga diharapkan pada akhir tahun ini minimal bisa turun lagi dengan angka yang sekarang,”bebernya.

  Kapolres melihat ada karateristik yang lain dari wilayah ini dari kriminal yang tinggi biasanya ada itu di awal tahun,  karena belum adanya aktifitas yang lain. Sementara di pertengahan tahun tidak, namun akan kembali naik di akhir tahun naik karena berkaitan dengan aktifitas perekonomian masyarakat.

  “Ada orang yang melakukan kriminal untuk memenuhi kehidupannya, dia tidak mau tahu dengan kehidupan orang lain, atau melakukan kejahatan untuk mempertahankan kehidupan,”kata Rumaropen.

  Meski pihaknya menaikkan kegiatan kepolisian seperti patroli Pleton dan perbanyak razia, namun masih saja mendapatkan angka Curanmor yang sampai 86 kasus, pencurian biasa 20 kasus dan pencurian dengan kekerasan 17 kasus,  apalagi volume kegiatan kepolisian itu rendah nantinya peningkatannya akan lebih banyak lagi.

  “Tentu untuk menciptakan situasi dan keamanan yang kondusif ini saya berterimakasih kepada rekan -rekan dari Kodim 1702 /Jayawijaya yang sering mem-back up Polres Jayawijaya dalam kegiatan rutin, dan malam minggu biasanya dilakukan operasi gabungan,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *