Pamit Diri, Yeheskiel Minta Prajurit Peka Terhadap Perubahan Dinamika

Danlantamal X, Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho SE., MM melewati barisan prajurit  dari bentuk tradisi mengakhiri jabatan yang digelar di Mako Lantamal X Jayapura, Jumat (2/7). Yeheskiel pamit diri dan digantikan Kol Marinir Feryanto Parmadean Marpaung.((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Kursi pimpinan Lantamal X Jayapura bergeser. Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho SE, MM akhirnya menuntaskan tugasnya selama 10 bulan 13 hari. Meski terbilang baru namun Katiandagho mampu meletakkan sebuah sinergi yang apik dengan instansi atau lembaga yang memang memiliki kaitan dalam penanganan persoalan daerah perbatasan maupun kawasan perairan laut. Jenderal bintang satu ini juga menjadi sosok pemimpin yang dicintai. Itu terlihat jelas dari acara pelepasan yang dilakukan di Mako Lantamal X Jayapura.

Hampir seluruh anggotanya termasuk istri – istri prajurit dan PNS menahan air mata mengantar kepergian Yeheskiel. Bahkan ada salah satu PNS yang mengantar hingga ke pintu mobil tepat di pintu gerbang sambil menyeka air mata dan menyampaikan agar sang jenderal dan istrinya menjaga kesehatan. Yeheskiel sendiri akan merapat ke Koarmada III sebagai kepala staf sedangkan penggantinya adalah Kol Marinir Feryanto Parmadean Marpaung.

Laksamana Yeheskiel juga terlihat ikut meneteskan air mata ketika harus menyalami satu persatu anggotanya. Ia bahkan harus diambilkan tisu oleh sang istri karena sempat menitikkan air mata. Suasana haru saat proses lepas sambut ini sangat terasa karena ibu – ibu istri perwira juga terlihat berat melepas komandannya. Namun disini Yeheskiel berpesan agar seluruh prajurit harus bisa bekerja cerdas, cermat dan tuntas dengan jiwa yang tulus.  Ia juga meminta agar prajurit Lantamal X peka dengan apa yang diinginkan masyarakat dan sebisa mungkin membantu kekurangan yang dibutuhkan masyarakat.

“Harus peka terhadap situasi dan dinamika lingkungan social dan responsive terhadap segala perubahan yang berkembang. Lalu jangan biarkan masyarakat kebingungan, kalau ada soal tolong bantu dipecahkan,” titip Yeheskiel dihadapan ratusan prajuritnya, Jumat (2/7).  Iapun memberi wejangan bahwa setiap  keberhasilan tak mungkin tanpa bantuan orang lain sehingga jangan lupa  untuk senantiasa hidup dengan penuh kasih dan saling mengingatkan untuk kebaikan.

“Bekerja dengan baik dalam melaksanakan tugas demi kemuliaan Tuhan. Lalu dalam suasana pandemic seluruh prajurit dan PNS harus bisa menjaga diri keluarga maupun lingkungan serta jangan mudah puas dengan prestasi, terus berkarya demi tercapainya TNI Angkatan Laut yang professional, modern dan dicintai rakyat,” tegasnya. Tak hanya itu, prajurit TNI AL diminta memegang teguh nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, sumpah prajurit, sapta marga, 8 wajib TNI, 11 azas kepemimpinan dan Tri Sila TNI AL. “Dan ingat jati diri TNI sebagai prajurit kesatria perbatasan,” imbuhnya. Setelah menjalani upacara lepas sambut Yeheskiel bersama istri langsung menuju gereja untuk beribadah. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *