Deadlock, Anggaran PB PON Akan Dikembalikan

Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat menandatangani berita acara serah terima anggaran penyelenggaraan PON dari PB PON Papua kepada Sub PB PON Kota Jayapura, di Hotel Horison Ultima Entrop, Jumat (11/6) lalu. Sub PB PON Kota Jayapura akn mengembalikan anggaran PB PON.(Gratianus Silas/Cepos)

*Sub PB PON Kota Jayapura Akan Hentikan Aktivitas

JAYAPURA– Setelah pergeseran anggaran dari PB PON Papua kepada Sub PB PON Kota Jayapura beberapa waktu lalu, kini anggaran tersebut akan dikembalikan lagi kepada PB PON Papua. Tidak hanya itu, aktivitas di Sub PB PON Kota Jayapura juga akan dihentikan.

Menurut Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, hal ini dikarenakan dalam pembahasan yang dilakukan antara tim anggaran Uncen, tim anggaran PB PON Papua, dan tim Sub PB PON Kota Jayapura tidak menemui titik terang atau deadlock.

“Jadi tim anggaran PB PON Papua kembali membahas ulang satu per satu item alokasi anggaran dalam DPA pasca pergeseran dilakukan. Kemudian, dicoret-coret lagi. Tidak ada keterbukaan dari tim anggaran PB PON Papua,” kata Benhur Tomi Mano yang juga Wali Kota Jayapura kepada Cenderawasih Pos via telepon, Jumat (2/7) kemarin.

Tomi Mano menjelaskan bahwa dalam 1 bulan 4 hari, tim anggaran Uncen telah bekerja mendampingi tim Sub PB PON Kota Jayapura dalam pergeseran anggaran yang dilakukan. Oleh karenanya, tim anggaran PB PON Papua dinilai tidak menghargai kerja dari tim anggaran Uncen yang telah ditunjuk Ketua Harian PB PON Papua.

“Waktu kita bahas 1 bulan 4 hari, Tim PB PON tidak terbuka dengan kita. Tim anggaran PB PON juga tidak hargai tim anggaran Uncen yang ditunjuk bekerja mendampingi kami melakukan penyusunan pergeseran anggaran. Justru tim anggaran PB PON yang tidak turun bersama kami,” ungkapnya.

“Tim anggaran PB PON bahas lagi satu per satu item alokasi anggaran. Jadi mereka tidak hargai tim Uncen yang melakukan pendampingan kepada kami. Jadi, dibahas ulang lagi, dicoret-coret. Lah lalu 1 bulan 4 hari ini tim anggaran PB PON di mana?” tegasnya.

Belum lagi, setelah dari tim anggaran PB PON, anggaran akan diaudit lagi oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP)  selama 20 hari. Jadi, dengan kata lain, anggaran baru bisa dicairkan pada September. Secara otomatis, hingga waktu tersebut, Sub PB PON Kota Jayapura tidak bisa bekerja mempersiapkan PON karena tidak ada anggaran.

“Makanya, kami kembalikan anggaran yang sebelumnya telah digeser kepada kami, untuk dibahas PB PON bersama tim anggaran Uncen.  Besok (hari ini) kami akan surati PB PON secara resmi dan aktivitas di Sub PB PON Kota Jayapura dihentikan,” jelasnya.

“Ini juga akan dilakukan 3 klaster lainnya. Ini dimulai dari Kota Jayapura. Jadi, tidak ada waktu bagi 4 klaster penyelenggara ini untuk siapkan PON,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *