12 Siswa Program Adem Diberangkatkan ke Jawa Timur

12 lulusan SMP yang akan dikirim ke Madiun dan Malang mengikuti program ADEM  saat mendengarkan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan dari kepala sekolah SMA yang akan menampung mereka di Madiun dan Malang di Aula SMPN I Merauke, Jumat (2/6). (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sebanyak  12 siswa-siswi asli Papua program Afirmasi  Pendidikan Menengah (Adem)  asal Kabupaten Merauke diberangkatkan menuju Provinsi Jawa Timur, hari ini Sabtu  (3/7). Dalam rangka  itu, kemarin  orang tua dan ke-12 siswa tersebut diberi penjelasan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke dan pihak sekolah  yang akan menampung  anak-anak tersebut di Aula SMPN I Merauke.

   Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke  Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, MM mengungkapkan  bahwa  ke-12 siswa program ADEM  asal Kabupaten Merauke ini dijemput langsung oleh Kepala Sekolah SMA dari Madiun dan Malang.

    “Dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia juga ada datang tadi  sehubungan dengan pemberangkatan siswa-siswi  asal Papua ini melalui program, ADEM,” jelasnya.

   Thiasoni menjelaskan, bahwa  ke-12 siswa ini disaring  dari seluruh sekolah yang ada di Merauke. “Mereka adalah anak-anak yang berprestasi di sekolahnya,”  katanya.

   Pengiriman  program Adem , jelas  Thiasoni Betaubun, setiap  tahunnya  dilaksanakan. Lewat program Ade mini, anak-anak  yang dikirim tersebut berprestasi dan tembus masuk ke berbagai perguruan  tinggi  bergengsi di Indonesia, bahkan masuk IPDN. “Ada juga yang dikirim ke luar negari,” jelasnya.

  Thiasoni mengaku bahwa ketika  berada di Jawa, kemampuan dari anak-anak  tersebut luar biasa. Dimana dari tahun ke tahun ada peningkatan  yang luar biasa. ‘’Merauke biasa menampung dari Mappi, Boven Digoel dan Asmat,” jelasnya.

   Dikatakan,  untuk anak-anak yang dikirim tersebut tinggal tahunya  belajar. Sebab, seluruh biaya makan dan minum serta biaya Pendidikan ditanggung oleh pemerintah. “Jadi Namanya Pendidikan tuntas. Karena setelah mereka  tetap berprestasi  dan masuk perguruan tinggi akan tetap dibiayai  oleh pemerintah,” katanya.

    Karena itu,  Thiasoni  mengharapkan orang tua dari siswa tersebut  untuk memberi dukungan dan semangat kepada anak-anak tersebut untuk belajar dengan baik dan disiplin. ‘’Biasanya 4-5 bulan penyesuaian dengan lingkungan di sana.  Setelah  mampu melewati  itu maka anak-anak  itu sangat bagus,’’terangnya.

    Ditambahkan bahwa program ini sangat bagus, sehingga ia mengharapkan kepada pemerintah  agar kuota untuk Kabupaten Merauke ditambah dari 12 menjadi 20  orang. ‘’Kita minta kalau boleh kuota dari Merauke ditambah menjadi 20 orang. Dua tahun lalu,  kuota sudah  18 orang tapi saat masuk pandemi kuotanya kembali ke-12 orang. Mungkin masalah keterbatasan anggaran. Tapi, harapan kita  untuk  bisa ditambah menjadi 20 orang,’’ harapnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *