Warung Tenda Masih Buka Sampai Pukul 22.00 WIT

Aktifitas warung makan di Jalan Ahmad Yani Merauke di malam hari. Meski dibatasi sampai pukul 21.00 WIT, tapi masih ada yang buka hingga lewati batas waktu.(sulo/Cepos)

Viktor Kaisiepo, SH, .(Sulo/Cepos)

*Termasuk Wahana Mainan Anak-Anak yang Beraktivitas

MERAUKE-Meski Bupati Merauke telah mengeluarkan surat edaran pembatasan aktivitas masyarakat, namun masih ada yang melakukan pelanggaran. Kabag Hukum Setda Kabupaten Merauke  Viktor Kaisiepo, SH, ditemui media ini mengungkapkan bahwa dari laporan yang pihaknya terima masih ditemukan sejumlah pelanggaran  sehubungan dengan pembatasan aktivitas masyarakat  tersebut.

    “Misalnya  untuk warung tenda atau warung makan  hanya diberi waktu buka sampai pukul 21.00 WIT, tapi kami dapat informasi masih banyak yang  beroperasi sampai pukul  22.00 WIT,’’ kata Viktor Kaisiepo.

   Begitu  dengan wahana mainan anak-anak masih ada yang buka.  Menurutnya, karena wahana mainan anak-anak tersebut juga sangat rentan terhadap penyebaran Covid  yang akan menyasar anak-anak sehingga untuk sementara  tidak  boleh beroperasi selama 14 hari sejak surat edaran bupati dikeluarkan.

  “Tapi kami  juga dapatkan laporan masih ada wahana anak-anak yang buka sejak surat edaran tersebut keluar,” jelasnya.

   Bagaimana  dengan tempat  hiburan malam seperti diskotik, panti pijat  dan tempat karaoke? Viktor Kaisiepo mengaku dirinya belum mendapatkan informasi terkait dengan THM.  “Tapi, kita harap semua patuh  terhadap  surat edaran bupati dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Merauke,” harapnya.

   Soal pengawasan terhadap surat edaran tersebut, Viktor Kaisiepo menjelaskan  bahwa pengawasan dilakukan  oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke dibantu TNI-Polri. “Untuk pengawasannya  karena ini edaran  bupati maka secara otomatis  leading sektornya atau yang terdepan adalah Satuan Polisi Pamong Praja Bersama dengan TNI dan Polri,” katanya.

   Diakui  Viktor Kaisiepo bahwa dalam   surat edaran bupati terkait pembatasan aktivitas  masyarakat tersebut tidak disebutkan langsung  namun di SK Bupati terkait Tim Satgas Covid-19  yang akan ditangani bupati sudah sangat jelas.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *