Miris, Peredaran Miras Marak

Sihar Lumban Tobing.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Salah satu praktisi hukum yang sebagai anggota DPRD Jayapura, Sihar Lumban Tobing sangat prihatin atas maraknya peredaran Miras di Kabupaten Jayapura. Untuk itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum mulai dari Satpol PP sebagai pengawal Peraturan Daerah (Perda) dan anggota polisi agar menyikapi masalah tersebut secara serius.

“Saya sebagai anggota DPRD Jayapura sangat miris melihat peredaran Miras di Kabupaten Jayapura saat ini,” kata Sihar Tobing kepada wartawan di Kantor DPRD Jayapura, Kamis (1/7).

Dia mengatakan, terkait peredaran Miras di Kabupaten Jayapura, sebenarnya sudah ada Perda  nomor 9 tahun 2014 yang mengatur mengenai pembatasan penjualan Miras. Dalam aturan itu disebutkan, penjualan Miras dibatasi di beberapa tempat, misalnya  di perhotelan dan tidak dijual bebas seperti yang terjadi saat ini.

Dia berharap kepada Polres Jayapura supaya lebih tegas terkait dengan penertiban peredaran Miras.”Pihak kepolisian sudah melakukan penggerebekan terhadap tempat pembuatan Miras. Kami mengapresiasi hal itu, tapi yang digerebek itu tidak ada apa-apanya,” ujarnya.

Mnurut Shar,masih banyak penjual Miras bermerek di Kabupaten Jayapura dan sangat banyak.

“Sebenarnya banyak penjualan Miras tanpa izin di Kabupaten Jayapura, percuma Kapolres gerebek yang itu,  tetapi yang lebih banyak dan lebih besar lagi tidak diapa-apakan,”ujarnya.

Jangan sampai ada yang membackup penjualan Miras, dirinya minta kepada Kapolres agar memakai KUHP untuk menjerat penjual Miras ilegal. Di pasal 204 ayat 2 disebutkan, seseorang yang menjual  sesuatu yang sifatnya berbahaya dan menyebabkan kematian, akan dihukum penjara hingga 20 tahun. “Kapolres bisa berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memakai pasal ini. Ini bisa ditafsirkan untuk menjerat penjual Miras ilegal,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *