11 Terduga Teroris Diterbangkan ke Jakarta

Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK (Sulo/Cepos)

MERAUKE – 11 tersangka terduga teroris yang berhasil ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 diback up Polres Merauke beberapa waktu lalu akhirnya diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Carter Boeing Lion Air, Kamis (1/7).
Pemberangkatan ke-11 terduga teroris ini dilakukan silent tanpa diketahui oleh banyak orang termasuk wartawan. Pesawat Lion Air yang selama pandemi Covid-19 merubah jadwal kedatangan dan keberangkatan dari Merauke.
Jika sebelum pandemi, Lion Air masuk ke Merauke sekitar pukul 08.00-09.00 WIT, namun selama pandemi Lion Air masuk ke Merauke setiap hari sekitar pukul 11.00-12.00 WIT. Tapi, pesawat carteran Lion Air tersebut masuk sekitar pukul 07.00 WIT. “Kita juga kaget, kok ada pesawat Lion Air masuk pagi-pagi, padahal selama ini pesawat penumpang rata-rata masuk siang,” kata seorang warga kepada media ini.
Iapun mengaku tidak tahu kenapa ada pesawat Lion Air yang mendarat pagi-pagi. Meski begitu, ia mengakui bahwa ada rombongan mobil dari kepolisian yang lewat masuk ke bandara setelah pesawat tersebut mendarat. Sementara itu, seorang anggota Polres Merauke yang melakukan pengamanan mengaku dilarang untuk mengambil gambar para tersangka turun dari mobil tahanan menuju pesawat. “Kita hanya mengamankan bang, untuk foto-foto kita dilarang,” katanya.
Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK dikonfirmasi membenarkan pemberangkatan ke-11 terduga teroris tersebut. “Iya , pagi ini dilakukan pemberangkatan ke-11 terduga teroris tersebut dengan menggunakan pesawat sekitar pukul 07.30 WIT,” kata Wakapolres.
Namun begitu, Wakapolres enggan menyebutkan pesawat yang digunakan tersebut karena menurutnya pemberangkatan para terduga teroris ini dilakukan secara silent, pengambilan gambar juga tidak dibolehkan. “Karena dilakukan secara tertutup, mohon maaf secara tehnisnya kami tidak bisa publikasikan dan pengambilan gambarnya. Untuk pengamanan, kami hanya berada di ring tiga,” jelasnya.
Wakapolres menjelaskan bahwa ke-11 terduga teroris ini dijemput langsung oleh Tim Densus 88 dari Jakarta, kemudian balik ke Jakarta. Sementara Tim Densus 88 yang ada di Merauke tetap melaksanakan tugasnya di Merauke. “Jadi bukan Tim yang sudah ada di Merauke. Tim yang ada disini hanya sifatnya mendampingi, sedangkan pasukan pengamanan dan pengawalnya langsung dari Jakarta,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *