Besok, Pemkot Putuskan Kebijakan Pembatasan Aktivitas

Dr. Benhur Tomi Mano, MM., ( FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA– Pemerintah Provinsi Papua memastikan pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat dan perekonomian di Papua pada 1 Juli mendatang. Dalam hal ini, masyarakat umum dan pelaku ekonomi hanya diperbolehkan untuk beraktivitas hingga pukul 20.00 WIT malam saja.

Ditanya apakah Pemkot Jayapura akan mengikuti kebijakan serupa, Wali Kota Jayapura, sekaligus Ketua Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyebutkan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu menggelar Rapat Terbatas dengan mengundang semua stakeholder terkait, sebelum akhirnya mengambil kebijakan yang disepakati secara bersama-sama.

“Hari Kamis (1/7) kami akan Rapat Terbatas. Kita undang semua stakeholder terkait. Saya akan dengar dari Dinkes, serta pula Forkopimda untuk kemudian kita sepakati apakah mengikuti pembatasan waktu yang ditetapkan Pemprov Papua,” jelas Dr. Benhur Tomi Mano, MM., k

“Kita harus sinkronisasi dengan perkembangan kasus di Kota Jayapura. Tapi, saya lihat, cukup tinggi kasusnya. Kasus naik cukup signifikan. Naiknya 2 kali lipat. Maka, kita akan bahas bersama apakah mengambil kebijakan pembatasan aktivitas hingga pukul 20.00 WIT malam. Kita harus bahas bersama dulu baru bisa diputuskan,” sambungnya.

Pembatasan waktu akvitias diakui bukan keputusan mudah yang dapat dibuat. Pasalnya menyangkut semua aspek di Kota Jayapura, terutama roda perekonomian yang melibatkan nasib pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Yang saya pikirkan adalah nasib UMKM di Kota Jayapura. Tapi ya mau buat apa. Karena kita akan hadapi event besar, yaitu PON dan Peparnas, sehingga kalau kita tidak tekan penyebaran kasus, bahaya untuk kita,” tambahnya.

Kata Wali Kota Mano, basic reproduction number – effective reproduction number (r0-rt) di Kota Jayapura telah mencapai 3,3. Itu merupakan angka yang cukup tinggi. Padahal, sebelumnya berada di angka 0,4 di bawah angka 1, di mana hanya 78 kasus dalam perawatan dan ada rumah sakit yang tidak memiliki pasien Covid 19.

“Namun, dengan kasus yang kembali meningkat, kami buka kembali LPMP Kotaraja sebagai rumah isolasi mandiri, dengan tujuan memberikan pelayanan Covid 19 secara terfokus. Dengan mengikuti prokes yang kita terapkan di LPMP, mengikuti pelayanan kesehatan yang baik, pemberian gizi, olahraga, berjemur matahari, maka saya yakin akan cepat sembuh,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *