Berantas Peredaran Miras-Narkoba Selalu Bersinergi dengan Stakeholder

Pemusnahan Barang bukti menggunakan alat berat yang disaksikan  Wakapolda Papua  Brigjen Pol Rudi Sudarto, para PJU dan tamu yang hadir di Kantor Direktorat Polda Papua , Selasa (29/6) kemarin.(Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Kurun waktu satu semester atau enam bulan terakhir, Polda Papua  dan jajaran telah berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba sebanyak 150 kasus. Dan dari kasus tersebut terdiri dari tersangka laki-laki sebanyak 170 orang dan tersangka perempuan sebanyak 19 orang.

Kasus tersebut diklasifikasikan dalam tahap 2 sebanyak 89 kasus, Tahap I sebanyak 53 kasus dan dalam proses sebanyak 22 kasus.

Wakapolda Papua  Brigjen Pol Rudi Sudarto menyampaikan, program Kapolri melalui program prioritas presisi yaitu prediktif-responsibilitas-transparan dan berkeadilan telah memerintahkan seluruh Polda Jajaran agar melaksanakan salah satu program yaitu restoratif justice atau keadilan restorasi yang bertujuan merahabilitasi korban penyalahguna narkoba sesuai surat edaran Mahkamah Agung.

“Program ini dikususkan bagi korban penyalahgunaan narkoba, bukan bandar, pengedar maupun backing. Dan program ini dilaksanakan bersinergi dengan pihak BNN dan kejaksaan sebagai Criminal Justice System (CJS),” terang Wakapolda.

Lanjut Wakapolda, dimana dalam penanganan kasus ini Polda Papua  sejak lama telah bersinergi dengan pihak terkait untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Papua  dalam rangka untuk keselamatan generasi Papua . “Sehingga perederan Narkoba dan Miras di wilayah hukum Polda Papua  dapat diputus mata rantai peredarannya,” harapnya.

Sebagai anggota Polri agar selalu meningkatkan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara melalui karya nyata dan tindakan konkret di lapangan, sehingga Polri dapat terus melayani dengan baik dan profesional. Serta dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Polri dan Masyarakat.

“Narkotika jenis ganja sebagian besar berasal dari negara tetangga Papua  New Guinea. Namun di sekitar rumah dan kebun warga kita sendiri telah ditemukan ladang ganja dengan jumlah sebanyak 41 pohon ganja, yaitu diwilayah hukum Polres Jayapura,”  terang Wakapolda usai pemusnahan barang bukti di Kantor Direktorat Polda Papua , Selasa (29/6).

Lanjut Wakapolda, tidak menutup kemungkinan masih terdapat di tempat-tempat lainya. Sedangkan narkoba jenis sabu-sabu, tembakau gorila dan ganja sintetis berasal dari luar Papua  yaitu dari makassar dan jawa.

Adapun barang bukti narkoba dan miras selama kurun waktu bulan januari sampai dengan juni 2021 yaitu ganja yang sudah dimusnahkan 8.334.98 gram, barang bukti ganja yang akan dimusnahkan 15.334.98 gram. Total barang bukti ganja seluruhnya 41.399,16 gram.

Ganja sintetis 9,7 gram, tembakau gorila 45,76 gram, sabu yang sudah dimusnahkan  72,551 gram, Miras ilegal berbagai merk 1.513 botol, Miras lokal ilegal 548 botol dan Psikotropika 209 butir. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *