Baru Ada 42 UKM Pengelolan Sagu di Papua

Omah Laduani Ladamay.(Yohana/Cepos

JAYAPURA – Dari data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, pelaku UKM pengolahan sagu di Papua baru ada 42 pelaku usaha.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua  Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan,  sampai dengan saat ini baru terbentuk 42 UKM pengelola sagu di Papua.

“UKM tersebut merupakan UKM campuran. Kami harap ke depan anak-anak muda Papua bisa berkreasi. Apalagi Papua memiliki hutan sagu yang sangat berlimpah, jadi harusnya ini menjadi semangat dan motivasi bagi pelaku usaha untuk berkreasi,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/6).

Diakuinya, Disperindag lagi fokus mendorong pengembangan sagu, yang nantinya tidak hanya menjadi tepung sagu saja, tetapi dapat menjadi beras analog, menjadi mie dan  beberapa jenis produk lainnya yang dihasilkan dari sagu.

  Hal ini bertujuan agar produk-produk yang dihasilkan dari sagu ini, memiliki nilai tambah  dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Lanjutnya, produksi ini sebagian sudah mulai dimulai untuk kelas-kelas UMKM. Diharapkan pada tahun 2023, di Papua sudah ada pabrik produksi beras analog dan mie  dari sagu.

“Kita ingin mengubah pandangan orang tentang sagu. Jangan setiap orang berpatokan bahwa sagu hanya untuk papeda saja, tetapi bisa dijadikan beberapa jenis produk yang berbeda dan pastinya banyak manfaat,”tandasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *