Persiapan Belajar Tatap Muka, Semua Guru Wajib Divaksin

Christian Sohilait, ST, Msi.(Denny/ Cepos)

WAMENA– Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DP2AD) Provinsi Papua Christian Sohilait, ST, MSi memastikan sebelum melakukan proses belajar mengajar tatap muka, maka seluruh guru di Papua harus divaksin Covid-19. Sebab, khusus untuk guru SMA, SMK, SLB data dari UNICEF baru 19 persen yang divaksinasi, tapi data dari Dinas Pendidikan sudah 21 persen.

   Menurut Sohilait, tenaga pendidikan di Papua  berjumlah 22.000 orang dari tingkatan SD, SMP, SMA/SMK/MA sampai hari ini baru 29 persen. Oleh karena itu pihaknya telah melakukan kerjasama untuk melakukan test secara mandiri bagi tenaga pengajar.

  “Untuk Dinas Pendidikan sendiri setiap hari Selasa dan Rabu akan membuka posko untuk melakukan vaksinasi khusus bagi guru dan tenaga pendidikan, karena 12 Juli nanti akan dilakukan proses pembelajaran untuk tahun ajaran baru dan sesuai dengan surat edaran 4 Menteri harus dilakukan pembelajaran tatap muka,”ungkapnya Sabtu (26/6) kemarin.

  Menurutnya, sebelumnya pihaknya akan melihat apakah penyebaran Covid -19 di Papua ini meningkat atau tidak, tetapi pihaknya akan mengeluarkan surat edaran gubernur Papua pada Senin ini bersamaan dengan edaran Gubernur Papua untuk kegiatan covid -19 yang lain, tetapi DP2AD akan mengeluarkan edaran secara terpisah untuk kegiatan proses belajar mengajar.

  “Intinya adalah daerah yang masuk zona merah itu kalau memang tidak bisa dibuka tak boleh dipaksakan, tetap online, tetapi kalau daerah yang zona hijau harus buka sekolah atau proses belajar tetap muka berjalan di sekolah dengan catatan 4 hal yang harus didukung ketika membuka sekolah,”jelasnya.

  Empat hal yang mendukung membuka sekolah, kata Mantan Sekda Kabupaten Lanny Jaya, pertama sekolah sendiri, ini melihat dari kesiapan perlengkapan. Kedua adalah guru bagaimana guru berinovasi membuat kurikulum pembelajaran dengan waktu yang singkat semua mata pelajaran harus bisa masuk semua. Ketiga orang tua, dimana orang tua harus memastikan anaknya datang dalam keadaan sehat dan keperluannya apa yang perlu di bawah, yang ke empat adalah lingkungan.

  “Lingkungan itu siapa saja yang berhubungan dengan pendidikan, kalau siswa ke sekolah pakai bus maka lingkungan yang dimaksud adalah Dinas Perhubungan agar siswa tidak bertumpuk dalam bus, kalau berhubungan dengan waktu pulang sekolah dan siswa berkerumun di satu tempat maka satpol PP, Lantas bisa membubarkan mereka, kalau mereka butuh hand sanitizer maka Dinas Kesehatan bantu,”kata Sohilait.

  “Kita harapkan semua persiapan untuk membuka sekolah dari provinsi, kabupaten/kota di Papua ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan aturan yang akan dikeluarkan nanti,”tutup Christian Sohilait.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *