Kapolres Mimika Latih Petani Buat Pupuk Kompos

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memberikan pelatihan cara membuat pupuk kompos kepada para petani lokal dari  Kampung Mulia Kencana SP 7,  Distrik Iwaka dan Kelompok Tani  Mapurujaya,  Distrik Mimika Timur, Sabtu (26/6).(Humas)

JAYAPURA – Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memberikan pelatihan cara membuat pupuk kompos kepada para petani lokal dari  Kampung Mulia Kencana  SP 7,  Distrik Iwaka dan Kelompok Tani  Mapurujaya,  Distrik Mimika Timur.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos dilaksanakan di tempat pembuatan pupuk kompos milik Kapolres Mimika, Jalan Irigasi Ujung Aspal Timika, Sabtu (26/6).

Kapolres Mimika mengatakan, dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat untuk menjadi petani yang profesional dan sukses,  harus dilakukan secara berkelanjutan. Para petani bukan hanya tahu bagaimana bertani yang baik,  namun juga harus tahu melakukan pengelolaan pupuk,  terutama pupuk kompos.

“Membimbing masyarakat itu harus berkelanjutan, masyarakat harus tahu dari hulu sampai hilir, prosesnya mulai dari nol sampai menghasilkan. Jangan kita beri sesuatu namun kita tidak bisa memastikan yang kita beri itu tidak bermanfaat. Contoh kita beri bantuan dan tiba tiba bantuan itu tidak bermanfaat,”kata Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa petani dan pupuk adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Pupuk menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para petani dalam mengembangkan usaha pertanian.

Oleh karena itu pelatihan membuat pupuk kompos dengan memanfaatkan kotoran hewan dan media media organik yang lain sangat penting untuk diajarkan kepada para petani.

“Jadi dia sudah tidak membeli pupuk dia bisa membuat pupuk sendiri dan bila perlu dia bisa menjual pupuk dan  hasilnya akan dikelola secara manajemen oleh koperasi yang mereka punya untuk mengembangkan ke bisnis yang lain. Saya minta kalau mereka berhasil mereka harus membina sendiri masyarakat yang lain jadi bukan kita lagi,”kata Era.

Dirinya mengapresiasi kemauan yang kuat dari para petani lokal Papua yang ingin belajar secara sungguh sungguh dalam mengembangkan usaha pertanian di Kabupaten Mimika.

” Petani dari SP 7  dan Kelompok tani di Mapurujaya mereka datang sendiri untuk belajar dan saya sangat senang.Saya akan bantu mereka,” pungkasnya. (fia/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *