Yunus Wonda : Gubernur Segera Kembali, Jangan Berulah

Sangat Mudah Ditunggangi, DPRP Menolak Aksi Demo
JAYAPURA – DPR Papua menyatakan menolak tegas aksi demo yang rencananya dilakukan kelompok yang menyatakan peduli terhadap gubernur Lukas Enembe. DPRP juga menghimbau agar rencana aksi ini tidak dilakukan karena sangat mudah disusupi kepentingan lain terlebih kelompok yang memang sedang mencari momentum. Apalagi dengan penyampaian langsung dari Gubernur, Lukas Enembe yang juga meminta tak ada aksi demo sehingga kelompok manapun diminta tidak melakukan aksi turun ke jalan.
“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat atas arahan bapak gubernur yang meminta rencana aksi demo Senin (28/6) besok itu tidak dilakukan. Ini gubernur sendiri yang meminta sehingga jangan membuat gerakan lain karena gubernur sendiri tidak setuju. Situasi Papua yang kondusif jangan lagi dibumbui sehingga menjadi tidak kondusif,” kata Wakil Ketua I DPR Papua, DR Yunus Wonda melalui ponselnya, Ahad (27/6)
Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan dimanapun tidak perlu turun untuk aksi demo bela gubernur dengan semua embel embelnya. “Gubernur meminta kita tidak memberi ruang kepada pihak – pihak yang ingin mencari momentum untuk mengacaukan Papua sebab itu sangat memungkinkan. Bisa saja ada kelompok atau pihak yang ingin memperkeruh situasi Papua dan kita belajar dari yang sudah – sudah beberapa waktu lalu dimana ketika dilakukan aksi demo ternyata berujung rusuh dan korban dimana – mana. Kita tidak mau itu terjadi lagi sebab masyarakat juga masih trauma dengan kejadian yang kemarin,” bebernya.
Disini masyarakat kata Yunus juga tak perlu resah karena situasi semua sudah dihandle oleh aparat keamanan dan tetap melaksanakan aktifitas seperti biasa. “Jadi ini juga seperti yang disampaikan gubernur, beliau tidak mau ada hal negative yang terjadi saat demo. Beliau juga tak lama lagi akan kembali ke Papua dan melaksanakan aktifitas pemerintahan,” tambah Yunus.

Disinggung soal Partai Demokrat yang sebelumnya sempat melayangkan memprotes keras dari surat mendagri ini, kata Yunus ini dikarenakan partai melihat ada mekanisme dalam menjalankan roda pemerintahan tidak dijalankan dengan baik. Sekda Papua jika membangun komunikasi yang baik dengan gubernur diyakini tidak akan terjadi riak riak seperti sekarang.
“Kami hanya ingin tidak ada yang membuat manuver kemudian menimbulkan dampak negative. Gubernur ingin memimpin tanpa ada preseden yang melukai jadi komunikasi ini penting dan sekali lagi beliau juga tidak setuju dengan langkah turun ke jalan. Beliau tak mau ada yang bertepuk tangan dibalik aksi itu,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *