Wali Kota: Konvoi Tak Ada Faedahnya

Salah satu Konvoi kendaraan bermotor yang melontasi kawasan Dok 9 Kamis (24/6) lalu.(Wenny firmansyah/cenderawasih pos)

JAYAPURA – Meski  tetap mendukung salah satu timnas yang bermain di Piala Eropa namun Wali Kota Jayapura Tomi Mano menegaskan tidak mengizinkan dilakukannya  konvoi kendaraan yang dilakukan baik jelang maupun setelah pertandingan dilakukan. Secara tegas Tomi Mano menyatakan bahwa yang dilakukan peserta konvoi sama sekali tak memiliki manfaat positif. Ngebut-ngebut di jalan, mengganggu pengguna jalan yang lain, beresiko kecelakaan, membuat resah serta menimbulkan ketidaknyamanan.

  “Kami sudah sampaikan bahwa konvoi dilarang dan saya sudah berkoordinasi dengan Polresta untuk menindak. Harus ditindak sebab ini tidak ada nilai positifnya sama sekali,” kata Tomi Mano diakhir kegiatan di Kampung Nelayan, Jumat (25/6) kemarin.

   Ia melihat peserta konvoi hampir semuanya tidak ada yang menggunakan masker, tidak menggunakan helm dan ada juga yang mengkonsumsi minuman keras. Tomi Mano khawatir meski agenda Piala Eropa tidak lama lagi berakhir namun bisa saja menimbulkan klaster baru covid 19. “Stop dengan konvoi, apa gunanya dengan motor dan bunyi bunyian yang mengganggu orang, bikin macet yang akhirnya orang menumpuk sementara covid ada di sekitar kita. Saya minta ini ditindak dan dipublikasi,” tegas Tomi Mano.

Sementara salah satu pengiat sosial Kota Jayapura, Gunawan sependapat dengan yang diutarakan Wali Kota. Ia sebelumnya menyampaikan agar peserta konvoi segera ditindak agar tidak menunggu korban baru disikapi. “Saya juga bingung karena tidak jelas apa manfaatnya. Sangat berisiko dan terkesan hanya kesenangan sesaat yang bisa merugikan orang lain. Lalu ada juga yang seret seng, sekop, ini tidak jelas maksudnya. Benar- benar mengganggu dan membuat tidak nyaman. Kami berharap Polisi mengamankan mereka,” imbuhnya.

Sementara itu anggota Komisi V Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat DPRP Papua, Hengki Bayage, S.AP, M.AP mengatakan, pemda dan aparat keamanan harus tegas terkait jam pembatasan aktifitas dan konvoi di jalan raya yang mengganggu aktifitas masyarakat dan dapat berpotensi menyebarkan Covi-19 di Papua.

“Perlu ketegasan dari pemda dan pihak keamanan di masih-masing daerah terhadap warga yang masih melakukan aktifitas di luar dari jam aktifitas dan juga yang melakukan konvoi piala Euro dan Kopa Amerika,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (25/6) kemarin.

Anggota DPRP Papua yang mewakili Dapil V dari Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Yalimo ini menyampaikan bahwa ketika pemda dan aparat keamanan melakukan penegasan untuk penindakan terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan melalui media seharusnya dapat dilakukan dengann penindakan di lapangan.

Politisi PDIP ini berharap, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat. Hal ini penting agar penyebaran Covid-19 yang ada di Papua ini bisa dapat ditekan dan dapat dikendalikan serta pemutusan mata rantai Covid-19 bisa apa dilakukan di Papua. (ade/bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *