Tujuh Hari Tiba di Wamena, Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa

Evakuasi jenazah Basony yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan keluarga korban dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres jayawijaya Iptu Mattinetta, S,Sos, MM, Jumat (25/6).(Denny/ Cepos)

WAMENA-Warga Jalan Yos Sudarso Wamena dikagetkan dengan penemuan jenazah seorang laki -laki yang sudah terbujur kaku dalam kamar atas nama Basony (50). Kroban baru  7 hari berada di Wamena usai datang dari Surabaya pada 18 Juni lalu bersama dengan keluarganya atas nama Kuwat. Namun sampai saat ini belum diketahui penyebab kematian korban.

  Dari data yang dihimpun Cenderawasih pos  dimana korban Basony dan saksi Kuwat pada tanggal 18 Juni baru datang dari Surabaya ke Wamena transit Jayapura. Sebelum datang mereka telah telah melakukan Rapid Test dengan Hasil Negatif,  namun setelah 7 hari berada di Wamena korban diketahui meninggal dunia.

  Korban pertama kali diketahui telah meninggal dunia setelah kakak korban Djamali berulang kalai menghubunggi korban melalui telepon seluler. Namun,  karena tidak ada jawaban, sehingga saksi menuju rumah korban di Jln.Yos Sudarso depan Kantor Samsat Wamena. Saat sampai di rumah korban, saksi 2 sekitar pukul 12:45 Wit,  pintu rumah korban terkunci dari dalam,

  Saksi Djamali mencoba masuk ke dalam rumah dengan melewati atap rumah. Saat berada di dalam rumah, saksi  menemukan korban di dalam kamarnya sudah dalam kondisi kaku dalam keadaan terlentang dan tidak bernyawa. Saksi  membuka pintu depan rumah tempat tinggal korban, dan meminta bantuan serta menghubungi kepolisian Resor Jayawijaya.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM ketika dikonfirmasi via selulernya membenarkan adanya temuan jenazah di Jalan Yosudarso Wamena. Usai mendengar laporan dari keluarga korban anggota Gabungan Sat Reskrim sampai di TKP di Jln.Yos sudarso tepatnya di rumah korban,

  “Jadi saat anggota gabungan Reskrim datang menemukan di kediaman korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, sehingga anggota gabungan Satreskrim melakukan koordinasi dengan Team Posko Covid 19 Jayawijaya untuk meminta bantuan kendaraan jenazah dan pakaian APD untuk mengevakuasi korban yang telah MD,” ungkapnya jumat (25/6) kemarin.

  Kata Kapolres, korban telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Wamena. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.  Sementara dari pihak keluarga korban menolak untuk membuat Laporan Polisi dan dilakukan outopsi dan telah membuat surat pernyataan.”katanya

    Dari hasil pemeriksaan luar oleh Dokter RSUD Wamena,  tidak ditemukan adanya bekas tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban juga meninggal bukan karena Virus Covid-19. “Dari keluarga korban minta agar jenazah dikirimkan ke kampung halaman untuk dimakamkan disana usai dipastikan korban meninggal bukan karena Covid -19,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *