Tidak Perlu Demo Besar-besaran yang Dapat Mengganggu Kedamaian Papua 

Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom SE. M.Si ketika bersama Gubernur Papua Lukas Enembe. (Humas Lanny Jaya)

Bupati Befa: Bapak Lukas Enembe Gubernur Sah Hingga Tahun 2023

 

JAYAPURA-Situasi Papua saat ini mengenai penunjukan Plh Gubernur Papua oleh Dirjen Otda Kemendagri dan kemudian telah di klarifikasi juga oleh Kemendagri RI, Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua yang sekaligus Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si mengharapkan tidak perlunya dilakukan demo berlebihan menanggapi hal tersebut. Karena demo besar-seran menurutnya akan dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak ingin Papua damai.

 

“Bapak Gubernur Lukas Enembe adalah Gubernur Papua hingga 2023 dan tidak akan ada yang menggantikannya, oleh sebab itu polemik yang berkembang terkait surat dari Dirjen Otda dan telah diklarifikasi agar tidak ditanggapi berlebihan sampai demo besar-besaran,”tegasnya, Sabtu (26/6)

 

 

Menurutnya melakukan demo besar-besaran hanya akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak ingin  Papua dalam keadaan damai dan nyaman.

 

“Saya minta kepada semua pihak bahwa Bapak Lukas Enembe secara de facto dan de jure adalah Gubernur hingga 2023. Oleh seba itu tidak usah buat kisruh lagi,”bebernya.

 

“Sekda menjalankan fungsinya sebagai Sekda dan urusan lebih tinggi harus berkordinasi kepada Bapak Gubernur untuk meminta petunjuk, seperti dapat berkomunikasi melalui handphone selama Pak Gubernur berobat”bebernya.

 

Ia mengharapkan persoalan ini seharusnya tidak dibesar-besarkan dan persoalan seperti ini cukup diselesaikan oleh perwakilan DPR Papua  yang meminta penjelasan ke Mendagri RI.

 

“Bukan melakukan demo besar-besaran dan mengganggu eksebelitas keamanan di Papua ini,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *