Jika Dewan TidakPeduli, Massa akan Duduki Kantor DPRD

Sejumlah warga  korban bencana banjir bandang  ketika mendatangi Kantor DPRD Jayapura, Jumat, (25/6) kemarin.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Sejumlah masyarakat yang menjadi korban bencana banjir bandang pada Maret 2019 lalu, kembali mendatangi Kantor DPRD Jayapura, Jumat, (25/6) kemarin. Tujuan kedatangan mereka hanya untuk memastikan tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang mereka sudah sampaikan sebelumnya terkait dengan desakan kepada dewan untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus)  penggunaan dana bencana di Kabupaten Jayapura.

“Kami hari ini datang untuk memastikan apakah dewan sudah membentuk Pansus atau belum. Dan ternyata ketua dewan tidak ada tanggapan sama sekali, kalau memang dewan tidak peduli dengan desakan yang disampaikan oleh masyarakat, kami akan duduki Kantor DPRD dengan jumlah massa yang lebih banyak,” kata koordinator aksi, Manase Taime saat ditemui media ini, Jumat (25/6).

Menurutnya, Pansus yang dibentuk dewan terkait dengan penggunaan dana bencana di Kabupaten Jayapura itu bukan mencari-cari kesalahan dari pemerintah. Justru sebaliknya, masyarakat ingin tahu secara terang benderang bagaimana pengelolaan dana bencana di Kabupaten Jayapura sejak awal pasca bencana sampai saat ini. Namun ketika usulan pembentukan Pansus dari internal dewan maupun dari masyarakat ditolak oleh sebagian anggota dewan, maka hal ini juga patut dipertanyakan.

” Pansus ini sangat penting untuk rakyat.  Kalau ditolak, berarti ada sesuatu,”ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, permintaan Pansus dewan terkait penggunaan dana bencana di Kabupaten Jayapura itu tidak saja fokus pada LHP BPK Tahun 2020, tapi juga pihaknya menginginkan agar DPRD Jayapura bisa membentuk Pansus keseluruhan penggunaan dana bencana, baik dari dana hibah masyarakat, pemerintah daerah dari luar Papua, termasuk dana hibah yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui BNPB untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di Kabupaten Jayapura.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *