Budayakan Menulis, Papua Akan Semakin Dikenal

Foto bersama usai dilaunchingnya Buku Penggalan Cerita Dari Sentani, Kamis (25/6) kemarin.(Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Terkait dengan dilaunching buku “Penggalan Cerita Dari Sentani” dari Rumah Menulis Papua (Rumpun), Sosilog Univeritas Cenderawasih Dr. Avelinus Lefaan mengatakan launching buku ini merupakan sebuah era baru, yakni budaya-budaya lisan harus dimodifikasikan didalam budaya tulisan.

“Tanpa budaya tulisan kita tidak dikenal oleh dunia, Papua selalu menjadi gudang penelitian dalam bidang sosial, ekonomi dan pertahanan serta keamanan, bagaimana mungkin orang bisa tahu Papua secara umum kalau tidak dipublikasikan melalui tulisan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/6) kemarin.

Diakuinya, dengan dilaunching buku Penggalan Cerita Dari Sentani, untuk menunjukan kepada dunia, bahwa budaya Papua yang lisan sudah menjadi tulisan, dan melalui buku tersebut dapat menjadi bahan-bahan kajian ilmia tanpa melalui proses ini Papua tidak akan dikenal.

Pihaknya sangat mengapresiasi upaya Rumah Menulis Papua yang telah membangkitkan motivasi dan semangat anak-anak muda Papua dalam hal menceritakan budaya Papua melalui tulisan untuk dapat dikenal oleh dunia.

“Secara emosional saya sebagai orang akademi sangat mendukung tulisan ini, dan Universitas Cenderawasih sangat mendukung tulisan-tulisan tersebut,” tambahnya. (ana/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *