Gagalkan Penyelundupan CT dan Sopi di Pelabuhan Jayapura

Pihak Kepolisian Polsek KPL Jayapura berhasil mengamankan minuman keras (miras) jenis CT dan Sopi di Pelabuhan Jayapura, Rabu (23/6) kemarin malam.(Polresta For Cepos)

JAYAPURA– Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura berhasil mengamankan penyeludupan minuman keras (miras) jenis Cap Tikus (CT) dan Sopi yang hendak diturunkan dari kapal laut di Pelabuhan Jayapura, Rabu (23/6) kemarin malam.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas melalui Kapolsek KPL Jayapura, Iptu Richard L. Rumboy mengatakan, pihaknya terus melakukan pencegahan penyelundupan minuman keras (miras) di wilayah pelabuhan laut Jayapura. “Alhasil kami dari Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura berhasil amankan 75 liter minuman keras (miras) lokal jenis CT dan Sopi,  saat turun di dermaga,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (24/6) kemarin.

Miras jenis CT dan Sopi memang kerab kali diseludupkan melalui kapal laut untuk masuk di Papua. Oleh karena itu, dalam rangka melakukan pencegahan dan penindakan, maka Polsek KPL Jayapura berhasil mengamankan miras lokal yang tidak memiliki izin serta dianggap ilegal ini.   “Miras lokal jenis CT dan Sopi ini berhasil diamankan dari dua kapal yang masuk di Pelabuhan Jayapura, yaitu KM. Labobar dan KMK Dobonsolo,” ucap Richard.

Setiap kapal laut yang masuk di Pelabuhan Jayapura, terutama yang datang dari luar Papua, maka akan selalu mendapatkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polsek KPL Jayapura untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang masuk di wilayah hukum Kota Jayapura.

“Rutinnya bila setiap kapal yang masuk kami lakukan pmeriksaan barang bawaan penumpang untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang di Kota Jayapura,” ucapnya.

Dia menyampaikan, dari pelaksanaan rasia terhadap barang bawaan penumpang pihaknya berhasil mengamankan 75 liter miras lokal, diantaranya 15 liter jenis Cap Tikus yang berasal dari Manado dengan menggunakan KM.Labobar dan 60 liter Sopi asal Ambon yang dibawa oleh penumpang KM.Dobonsolo.

“Seperti biasanya, modus yang digunakan dengan memakai jasa TKBM, dimana saat tertangkap si pelaku bisa menghilang untuk meloloskan diri agar tidak ditangkap,” bebernya.

Richard menyatakan, pihaknya akan tetap tegas dalam melakukan pencegahan masuknya minuman keras ilegal di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura, begitupun terhadap barang terlarang lainnya.(bet/fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *