Masih Banyak Warga Distrik Itlay Hisage Enggan Divaksin

Warga Distrik Itlay Hisage yang dalam satu kegiatan tak menerapkan protokol kesehatan, Selasa (22/6).(Denny/ Cepos)

WAMENA-Sebagian besar warga di Distrik Itlay Hisage hingga kini belum divaksin antibodi Covid-19. Hal ini lantaran masyarakat masih minim pemahaman akan vaksinasi, sehingga kebanyakan warga melakukan penolakan.

  Petugas Medis di Puskesmas Itlay Hisage, Neser Haluk di Itlay Hisage mengaku sosialisasi vaksinasi sudah dilakukan, namun hanya beberapa warga yang bersedia divaksin. Sementara kebanyakan warga tak mau melakukan vaksinasi.

  “Masyarakat kebanyakan belum vaksin. Kami sudah sosialisasi tetapi kembali ke masyarakatlah   mau menerima atau tidak, kita tidak bisa memaksa mereka,”untuk vaksinasi.

  Menurut dia, saat melakukan sosialisasi ke masyarakat 9 kampung di sana, mereka menyampaikan bahwa vaksin aman serta untuk melindungi masyarakat dari virus baru tersebut. Namun keyakinan masyarakat tak ada Covid -19 di Jayawijaya ini juga yang membuat mereka tak menginginkan divaksin.

  “Kita kasih tahu masyarakat kalau mereka siap, kita bawa ke puskesmas untuk vaksin tapi hanya segelintir orang saja yang mau, sementara kebanyakan yang lain tetap pada pendiriannya tak mau divaksinasi,” katanya.

  Sementara itu berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos, sebagian masyarakat di beberapa distrik pinggiran di wilayah ini tidak mempercayai adanya Covid-19 maupun vaksinasi. Bahkan saat acara di distrik atau di kampung, warga enggan menggunakan masker atau mentaati protokol kesehatan.”Corona itu tidak ada di Jayawijaya,”ujar salah satu warga

  Terlihat juga di lapangan bahwa mereka tidak menggunakan masker seperti yang nampak di masyarakat wilayah perkotaan, serta tidak mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Namun ada juga beberapa saja

  Kejadian ini sudah berlangsung agak lama, namun hingga kini belum adanya laporan kematian akibat Covid-19. Bahkan pada beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan menyebutkan belum ada temuan kasus Covid-19 di distrik pinggiran. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *