Sebagian Wilayah Jayawijaya Dicaplok Nduga?

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi  menyayangkan sikap dari Pemda Kabupaten Nduga yang mulai mencaplok wilayah dari Kabupaten Jayawijaya dan dimekarkan menjadi kampung dan distrik bagi warganya. Dimana wilayah yang diambil ini meliputi wilayah Distrik Walaik, Welesi, Pelebaga, Tailarek.

   Menurut Bupati, hal ini sudah sangat menyalahi aturan. Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Papua dan Pusat memfasilitas penyelesaian masalah ini.  Bahkan, Pemda Jayawijaya sendiri sudah melakukan rapat dan membentuk tim untuk melihat pencaplokan batas wilayah Kabupaten Jayawijaya yang diambil oleh Kabupaten Nduga.

  “Saya kira Kabupaten Jayawijaya adalah Induk atau mama dari kabupaten pemekaran, waktu memekarkan wilayah daerah pemekaran seperti Kabupaten Nduga, itu sudah ada batas -batas wilayah, kalau dari Kabupaten Nduga mau mengambil sampai memekarkan distrik di Wilayah Distrik Walaik dan Welesi itu sudah menyalahi aturan yang ada,”tegasnya Senin (21/6) kemarin.

  Menurut Bupati Jhon, ada kampung dari Kabupaten Nduga yang dibuat di Distrik Pelebaga  dan juga di wilayah Tailarek. Kalau memekarkan kampung harus tahu aturan. “Pemerintah pusat melarang pemerintah kabupaten, provinsi  untuk memekarkan kampung, saya kira mungkin Pemda Nduga harus mengetahui itu,”jelasnya.

   Ia menyatakan kalau mau memekarkan kampung dan melantik kepala kampung silahkan saja, ada aturan dari Presiden langsung bahwa tak boleh memekarkan kampung. Sebab ada kode tersendiri dari pusat untuk mendapatkan dana kampung.

  “Kami sudah melakukan pertemuan kemarin, tetapi kami tetap tidak mau menandatangani surat yang diajukan Pemda Nduga dan kami akan menunggu Pemprov atau pemerintah Pusat memfasilitasi menyelesaikan masalah ini,”bebernya

  Ia juga menambahkan Pemda Jayawijaya sudah membentuk tim yang terdiri dari 7 kepala distrik yang wilayahnya dicaplok, dan ketua tim dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya, Kepala Tata Pemerintahan dan Kepala Bappeda.

  “Kepala Bapeda diikutkan dalam tim ini, sebab pada saat memekarkan Kabupaten Nduga, Beliau ada dalam Pemerintahan Pemda Jayawijaya, kalau batas wilayah dengan kabupaten lain seperti Yalimo, Lanny Jaya, Tolikara dan Mamberamo Tengah, serta Yahukimo sudah selesai dan jelas,”tambahnya

   Bupati Banua  menambahkan bahwa masalah pencaplokan wilayah ini tinggal Kabupaten Nduga saja. Kabupaten Nduga juga tidak hanya ambil di Jayawijaya saja, ada juga di Kabupaten Yahukimo, Lanny Jaya ini yang sampai saat ini menjadi masalah. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *