PT Rajawali Jayapura Perkasa Siap Kerja Sama dengan Pemkab

Nelson Yohosua Ondi, SIP.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-PT Rajawali Jayapura Perkasa siap menjalin hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Jayapura.

“Kami dari PT Rajawali Jayapura Perkasa siap bekerjasama dengan Pemkab untuk peningkatan PAD ,” kata Direktur Utama PT Rajawali Jayapura Perkasa, Nelson Yosua Ondi kepada wartawan di Sentani, Sabtu (19/6).

Oleh karena itu pihaknya meminta agar Pemkab Jayapura dalam hal ini Bupati Jayapura bisa memberikan ruang dengan mengeluarkan rekomendasi terkait rencana itu.

“Kita meminta agar bapak bupati bisa memberikan rekomendasi kepada kami,” katanya.

Terkait  rencana itu, ada sejumlah tahapan yang sudah mereka lakukan sebelum program kerja sama itu dilakukan. Misalnya sudah melakukan presentasi dengan Pemkab Jayapura dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura terkait manajemen dan income untuk Pemkab Jayapura.

“Kita sudah presentasikan dengan Dinas Perhubungan dan sekarang sedang menunggu rekomendasi bupati,” jelasnya.

Dia juga telah melakukan komunikasi  dengan Bupati Jayapura terkait  rencana tersebut. Diharapkan apa yang menjadi mimpi besarnya itu bisa diwujudkan dan itu mendapat dukungan penuh dari Pemkab Jayapura. Sebagai informasi, pihaknya berencana melakukan kerjasama dengan Pemkab Jayapura dan Angkasa Pura 1 terkait dengan pengelolaan jasa transportasi taksi Airport  di wilayah Bandara Sentani. Di mana manajemen dan tata kelolanya berbasis aplikasi sehingga memudahkan setiap konsumen yang membutuhkan layanan transportasi di  Bandara Sentani.

“Kita mau pakai aplikasi dengan sistem database begitu. Sehingga sistem penanganan transportasi taksi di Bandara Sentani itu lebih terkontrol satu pintu,” ujarnya.

Apalagi kata dia, dalam waktu dekat ini Kabupaten Jayapura akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Di satu sisi Kabupaten Jayapura juga merupakan pintu strategis  tempat keluar masuknya tamu ke Papua. Selain memudahkan tamu, juga melalui aplikasi dengan manajemen berbasis data itu memudahkan sistem kontrolnya.

“Ini juga kita membantu aparat keamanan di wilayah Papua untuk mencegah potensi terjadinya radikalisme di wilayah Papua,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini  taksi bandara memang sedang  dikelola oleh lima koperasi, di mana hubungan kerja sama mereka langsung dengan pihak AP1. Sehingga sejauh ini boleh dikatakan belum ada pemasukan untuk Pendapatan asli daerah dari potensi tersebut untuk Kabupaten Jayapura.

“Kita juga akan berikan kompensasi kepada Angkasa Pura, dan Pemkab sebagai income melalui Dinas Perhubungan. Itu sesuai dengan saran dari Direktur Angkasa Pura. Karena saya juga sudah ketemu beliau,” jelasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *