PLBN Skouw Tetap Beraktivitas Normal dan Lancar Sejak Awal Tahun

PLBN Skouw. Tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan lancar sejak awal tahun. (ist/)

Mathilda Pusong: Tidak benar Listrik Mati Total Sejak  Awal Tahun.

Kubikel Listik Memang Meledak, Namun Pasokan Listrik Menggunakan Genset 

JAYAPURA- Informasi tentang ketiadaan listrik selama berbulan-bulan di Pos Lintas Batas Negara ( PLBN)  Skouw sebagaimana diberitakan salah satu media online di Papua dibatah dan diklarifikasi oleh pihak berwenang yang bertangung jawab mengelola di PLBN Skow.

“ Memang benar, akibat Kubikel lisrik PLBN Skouw meledak pada 4 Februari 2021, ini menyebabkan pasokan listrik menjadi terganggu dan itu sudah kami sikapi dengan genset berbahan bakar solar untuk pasokan listrik di LPBN sesuai kebutuhan, sehingga tidak benar informasi bahwa listrik mati total yang menyebabkan tidak ada aktivitas  di PLBN Skouw. Berita Itu kami bantah dan perlu diklarifikasi,” ujar Kasubbid Kebersihan dan Keamanan PLBN Skouw B Mathilda Pusong dan Administrator PLBN Skow Yan Z. Numberi. M kepada Cenderawasih Pos di kantor redaksi, Selasa (22/6) kemarin.

Dijelaskan, sejak awal Februari 2021, Kubikel listrik meledak. Pihaknya sudah membuat laporan, namun dalam anggaran 2021 yang sudah ditetapkan, tidak terdapat anggaran untuk perbaikan listrik, sehingga ketika terjadi keadaan fasilitas listrik ( Kubikel) meledak, pihaknya melapor ke pusat, dalam hal ini ke BNPT RI. “ Untuk penganggaran, harus melalui proses kemenkeu, dan ini butuh waktu panjang, sehingga lama,” ujarnya.

Meskipun demikina, dalam kurun waktu berjalan sejak Februari, aktivitas tetap berjalan dan kebutuhan listrik di PLBN Skouw disuplay oleh genset solar.” Saya tegaskan, aktivitas pelintasan dari Januari – Juni lancar. Memang ada lockdown karena pandemi Covid-19, namun PLBN Skouw tetap memfaslitasi  pemulangan  pekerja migran Indonesia beberapa waktu lalu, demikian juga melakukan deportasi warga negara PNG melakukan illegal dokumen sehingga kami pulangkan. Semua aktiviats itu kami fasilitasi melalui PLBN Skouw dan berjalan dengan lancar dari Januari sampai Juni ini,” jelasnya panjang lebar.

Jdai PLBN Skouw tetap berfungsi sebagaimana mestinya melakukan aktivitas perlintasan ysng telah disetujui oleh perizinkan dalam hal ini pemerintah provinsi Papua. “ Dari Januari – juni kami tetap melakukan rapat-rapat internal, rapat besar RI-PNG di PLBN, pada 20 mei 2021,” ungkapnya.

Diakui, untuk pasokan listrik sementara menggunakan genset solar, dan kebetulan penganggaran untuk pengadaan solar habis tepat antara bulan Mei ke Juni, sehingga pihaknya memerlukan revisi anggaran ke II untuk penambahan dana pengadaan solar selanjutnya. “ Pada saat media yang memberitakan itu melakukan liputan ke PLBN Skouw pada awal Juni lalu, kondisi stok solar lagi  menipis sehingga kami melakukan  penghematan, salah satunya pada saat tidak ada aktivitas sama sekali pada malam hari, listrik tidak dinyalakan. Ini kami lakukan untuk berjaga-jaga dengan stok solar yang tersisa untuk kegiatan mendadak, seperti rapat penting, atau ada pemulangan, deportasi  dan lain sebagainya,” jelasnya seraya menambahkan bahwa pada siang hari pun jika ada kegiatan, genset tetap dinyalakan untuk mendukung aktivitas di PLBN.

“ Genset tidak bisa kita jalankan non stop 24 jam, dan kita memang membatasi penggunaan listrik, harus ada istrirahat dan jeda waktu, sesuai kondisi yang kami jelaskan diatas,” tambahnya.

Pihaknya menyayangkan, pemberitaan yang tidak mengkonfirmasi langsung pihaknya selaku yang mengelola PLBN untuk mendapatkan penjelasan yang jelas dan benar.

Pihak yang diwawancarai media adalah Kapospol, sedangkan kapospol bukan pengelolah PLBN, sehingga informasi yang dipublis sangat tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. “ Kami merasa perlu memberikan klarifikasi ini agar tidak menimbulkan mis persepsi di masyarakat akibat berita tersebut, bahwa seolah-olah kami tidak melakuan apa-apa dan kondisi PLBN buruk. Padahal tidak demikian. Sekali lagi kami tegaskan bahwa tidak benar listrik PLBN Skouw mati total sejak awal tahun dan tidak ada aktivitas di PLBN, itu sama sekali tidak benar!” tegasnya.

Sebenarnya pihaknya sangat berharap adanya perhatian dari semua pihak, terutama pihak CIQS ( Customs/Bea Cukai, Immigration/Imigrasi, Quarantion/karantina dan Security/keamanan) agar mekanisme proses perbaikan ini bisa berjalan dengan cepat. “ Semua pihak, terutama CIQS yang bersama-sama dengan kami, hendaknya memberikan data dan informasi yang berimbang dan yang sebenarnya. Jangan berikan berita yang terlalu menydutkan pihak pengelola, karena berita yang menyebar sangat tidak berimbang  dan tidak valid, dan itu bisa mengakibatkan persepsi buruk terhadap apa yang telah dibuat pak Presiden Jokowi untuk masyarakat Papua pada khususnya, “ jelasnya menambahkan bahwa pihaknya berani menyampaikan penjelasan ini agar public tahu keadaan yang sebenarnya. (luc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *