Penerimaan Program Adik dan Adem Telah Berjalan

Christian Sohilait.(Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait program beasiswa Adem dan Adik  bagi dunia pendidikan di Papua, Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah mengakui tahun ini seleksi untuk kedua program tersebut sedang berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menjelaskan,  baik program Adem (Afirmasi Pendidikan Menengah) dan Adik (Afirmasi Pendidikan Tinggi) masing-masing di tahun ini mendapat kuota sebesar 450 orang.

“Tahun ini antusias peserta untuk mengikuti program tersebut sangat tinggi, sehingga kami kewalahan untuk mengakomodir setiap peserta yang mendaftar dari kabupaten/kota se-Papua,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (21/6).

Lanjutnya, Program Adik diperuntukan bagi semua anak-anak yang ingin kuliah di perguruan tinggi di luar Papua. Ada 89 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sementara mereka yang ingin masuk di perguruan tinggi di Papua juga dipersilakan, karena di Papua memiliki 46 perguruan tinggi swasta dan 3 perguruan tinggi negeri.

“Proses Adik merupakan murni seleksi nilai raport, prosesnya sudah jalan dan hasilnya sudah kami bawa ke Jakarta. Nanti dari Jakarta pengumunanya akan dikeluarkan secara online,” terangnya.

Diakuinya, untuk  program Adik tahun 2021 ini sebanyak 450 orang, sedangkan Adem (Afirmasi Pendidikan Menengah) bagi SMA dan SMK terbaik di Indonesia yang tersebar di 18 kota study, jumlah kuota yang diberikan juga sama yaitu 450.

“Rata-rata setiap kabupaten mengirim 12 orang  bahkan ada yang di bawah jumlah tersebut. Saya sudah mengingatkan kepada teman-teman di kabupaten/kota agar menghindari KKM. Selain itu kita hindari juga bagi mereka yang mampu artinya utamakan kepada mereka yang orang tuannya tidak mampu dari segi materi,” terangnya.

Untuk diketahui, Kota Jayapura yang daftar tembus 121 padahal kuota yang disediakan setiap kabuapten/kota hanya 12 orang. selain Kota Jayapura, Kab. Jayapura juga merupakan sebuah kabupaten yang minat pendaftaran Adem dan Adiknya tinggi di atas 40 orang dan beberapa kabupaten lainnya.

“Ini membuktikan bahwa sosialisasi yang telah kami lakukan berhasil, dimana minat anak-anak untuk mengikuti program Adik dan Adem semakin meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *