Kelompok Tani Gogonikme Hasilkan Sari Buah Merah dan Kopi Kemasan

Staf Ahli Bupati drh. I Made Putra saat mengoperasikan mesin press buah merah yang dimiliki Kelompok tani Gapoktan Gogonikme Wamena, Senin (21/6).(Denny/ Cepos)

WAMENA-Kelompok Tani Gapoktan Gogonikme Jayawijaya kini telah mengembangkan produksi kopi dan sari buah merah dengan kemasan sendiri untuk dipasarkan ke Jayapura. Bahkan sampai di pulau Jawa, hal ini dikarenakan kelompok tani ini secara swadaya memiliki beberapa mesin pengolahan khususnya untuk kopi dan sari buah merah.

   Ketua Kelompok Tani Gogonikme (yang tidak ada menjadi ada, red) Penias Penggu , SP mengaku usaha untuk sari buah merah dan kopi arabika  mulai dikembangkan dari kecil di tahun 2007. Dimana dari hasil itu ia selalu menyisihkan keuntungan dari penjualannya untuk membeli mesin untuk pengolahan kopi.

  “Dari usaha kecil Kopi dan sari buah merah saya sudah mampu untuk membeli peralatan seperti penggilingan kopi, alat pemisah kopi dari kulinya, di samping itu ada juga alat untuk memasak buah merah dan memeras sari buah merah yang saya miliki,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (21/6) kemarin

  Selain kopi dan sari buah merah ia juga mengembangkan madu dan memiliki peralatan seperti ekstrator yang bisa digunakan untuk memisahkan madu dari tempatnya. Dengan adanya peralatan yang memadai, usahanya kini lebih maju dan meningkatkan usaha sendiri.

  “Kalau kami tidak lakukan kapan kita bisa memulai, cara melakukan pengolahan sari buah merah, kopi dan Madu dengan peralatan mesin listrik mungkin khusus warga di Wamena belum ada dan saya orang pertama yang melakukannya,”bebernya.

  Penias juga mencontohkan untuk sari buah merah, 50 buah jika dipress menggunakan alat yang dimiliki ia bisa mendapatkan 20 liter yang bisa dipasarkan ke Jayapura, Kaimana Papua Barat dan Pulau Jawa. Selain itu, ia juga memiliki 20 kotak lebah madu yang dikembangkan  dimana saat panen dan penuh dalam satu kotak itu ia bisa mendapatkan 50 liter.

  “Kami tidak kerja sendiri, anggota kelompok ini ada 20 orang yang membantu mengembangkan sektor ini yang tersebar di beberapa distrik seperti Wolo, Bugi, Bipiri, Bokondini dan kelila ini khusus buah merah sehingga kelompok ini yang memasok buah merah,” jelasnya.

   Ditempat yang sama Mewakili Pemda Jayawijaya Staf Ahli Bupati drh. I Made Putra memberikan apresiasi atas peresmian dan mengoperasikan mesin untuk pengolahan Kopi , Buah merah dan Madu yang dimiliki salah satu kelompok tani di Jayawijaya  Gogonikme, dimana pemerintah sangat mendukung karena mereka sudah mengusahakan secara swadaya peralatan mesin yang dimiliki.

  “Kami dukung  kelompok Gapoktan Gogonikme yang bisa mengubah bahan baku menjadi bahan konsumsi dengan cepat dengan peralatan yang memadai, namun sebelumnya masih digunakan manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dengan adanya masih yang dimiliki kini efisiensi waktu dan tenaga lebih memadai,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *