Nahkoda KM Teman Setia 03 Dihukum Empat Bulan Penjara

Sidang Nakhoda KM Teman Setia 03 saat mendengarkan  tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Pada sidang putusan yang digelar Jumat (18/6) sekitar pukul 20.30 WIT. Majelis Hakim Pengadilan Perikanan menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara denda Rp 150 juta subsidair  4 bulan kurungan.   (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Nahkoda Teman Setia 03  bernama Taufik, akhirnya dijatuhi hukuman selama 4 bulan penjara denda Rp 150 juta subsidair 4 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri Merauke. Sidang majelis hakim yang diketuai Rizki Yanuar, SH, MH dengan Hakim Anggota Unggul Senoaji, SH dan Anthony  Soediatro, SH, M.Hum, digelar Jumat  (18/6) malam sekitar pukul 20.30 WIT.

   Sementara barang bukti  yang disita  berupa kapal dan alat tangkap yang ada di atas kapal tersebut dikembalikan kepada pemilik kapal atau confirm dengan tuntutan jaksa  penuntut umum sebelumnya. Terdakwa Taufik  secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai dalam Pasal 98 Jo Pasal 42 ayat  (3) sector Kelautan dan Perikanan UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana tercantum dalam  dakwaan ke satu penuntut umum.

   Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya Sebastian P. Handoko, SH,  yang menuntut terdakwa selama 7 bulan penjara denda Rp 150 subsidair 6 bulan kurungan dan barang bukti  dikembalikan kepada pemilik kapal.

    Atas putusan ini, baik terdakwa maupun JPU menyatakan masih pikir-pikir. Sebagaimana diketahui, bahwa KM  Teman Setia 03 tersebut berhasil ditangkap  oleh Kapal Patroli Bea dan Cukai saat melakukan patroli saat sedang melakukan perjalanan dari Muara Kali Maro menuju Okaba untuk melakukan penangkapan ikan.

   Saat ditangkap,  kapal membawa jaring sebanyak 151 keping yang siap digunakan, BBM sekitar 6.000 liter  yang cukup  untuk berlayar selama  1 bulan,  bahan  makanan serta  perlengkapan lainnya. Namun  saat ditangkap, Nahkoda  menyampaikan bahwa  mereka tujuan untuk melakukan penangkapan ikan dengan jaring, namun saat dalam persidangan terdakwa  mengaku gugup sehingga apa yang disampaikan tersebut keliru. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *