Pemanggilan Bupati Mambra Tunggu Gelar Perkara

Irjen Pol Mathius D Fakhiri

Irjen Pol Mathius D Fakhiri

JAYAPURA-Minggu depan, kasus dugaan penyalahgunaan dana Covid-19 senilai Rp 3,1 M di Kabupaten Mamberamo Raya dengan tersangka Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mamberamo Raya inisial SR akan digelar di Mabes Polri.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, dari gelar perkara tersebut kemudian memasuki rangkaian bagaimana tersangka berikutnya.
Disinggung kapan Bupati Mamberamo Raya akan dipanggil sebagai saksi, Kapolda mengaku menunggu gelar perkara dari Mabes Polri.
“Untuk kemarin, terkait penetapan yang sudah kita tahan sehingga langkah berikut kita harus ke Mabes Polri. Karena beliau juga masih bupati, ada aturannya dan kita harus hati-hati. Sehingga tidak menganggu jalannya pemerintahan yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya,” ucap Kapolda.
Sebelumnya, Dirkrimsus Polda Papua Kombes Pol Ricko Taruna menyampaikan, belum ada penambahan jumlah saksi dalam kasus penyalahgunaan dana Covid-19 senilai Rp 3,1 M di Kabupaten Mamberamo Raya.
Sebagaimana jumlah saksi yang telah dimintai keterangan sebanyak 19 orang.
Sebelumnya, penyidik Ditkrimsus Polda Papua menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana Covid-19 senilai Rp 3,1 miliar di Kabupaten Mamberamo Raya. Terkait dengan kasus penyalahgunaan dana tersebut, SR ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Papua.
Sebagaimana pada 30 Maret 2020 terdapat pencairan dana penangggulangan Covid-19 Kabupaten Mamberamo Raya  sebesar Rp 7,2 miliar. Dari pencairan tersebut, hanya Rp 5 miliar yang diserahkan kepada tim gugus tugas  penanggulangan Covid-19. Sisanya sebesar  Rp 2,2 miliar dipotong atas perintah tersangka SR.
Atas perbuatannya tersangka disangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor  20 tahun 2021 tentang perubahan UU RI nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 dan pasal  3 ayat  1 dan pasal 5 UU RI  nomor 8 tahun  2010 jo pasal 55 ayat (1) ke 1. (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *