Kajian Segera Dilakukan untuk Kosongkan Rumah Dinas

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT saat berbincang dengan salah satu warga di ruang VIP Bandara Mopah Merauke saat tiba dari Jayapura, Jumat (18/6).(Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke akan segera melakukan kajian untuk pengosongan rumah dinas yang sampai sekarang ini ditempati oleh mantan Bupati Merauke dr. Benyamin Simatupang dan Drs Waryoto, M.Si.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait rumah dinas yang ditempati kedua mantan bupati Merauke dan istri mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Stef Osok, Bupati Romanus mengungkapkan bahwa kajian akan segera dilakukan untuk mengosongkan rumah dinas tersebut.
“Saya lagi mengatur tentang tahapan kajian. Karena mau tidak mau, untuk bangunan-bangunan ini saya mau minta PU untuk melakukan opname. Dari Opname itu nanti kita bisa tahu apakah dari bangunan itu masih bisa apakah kita rehab atau gusur. Dan itu harus kita lakukan opname dulu,” jelasnya.
Jadi pengosongan rumah dinas yang ditempati para mantan bupati tersebut tidak sampai Desember 2021. “Kita mau supaya ada rumah jabatan wakil bupati, rumah jabatan bupati, rumah jabatan sekda. Kemudian gedung negara kita perbaiki. Saya sebagai anak negeri, malu dengan kondisi seperti itu. Masak dari turunan ke turunan kita terus sewa. Jadi untuk abang-abang, senior mohon pengertian. Tidak boleh ada iri hati di sini. Harus gentlemen. Apalagi saya anak Papua yang bicara, kita juga harus tahu diri. Yang punya negara, negara. Yang punya kita, kita punya. Tidak boleh ada berlindung di balik kata saya mengabdi di sini. Bukan begitu. Kita semua bekerja di tanah Papua, kita digaji, sesuai dengan golongan dan kepangkatan untuk ASN. Saya suka koordinasi tapi yang proporsional,” jelasnya.
Menurut dia, mungkin banyak orang yang mengatakan pak Romanus tidak baik, namun ia meminta jangan kejelekan tersebut terus dijadikan turun menurun. “Kita ingin bicara tentang sesuatu yang besar, misalnya provinsi. Wakil bupati saja tidak ada, sehingga logikannya tidak mau. Jadi marilah kita melihat persoalan ini secara proporsional. Kalau saya, minta pengertian saja. Tidak boleh ada orang yang berpikir iri hati, suka tidak suka. Itu tidak rasional. Lagi pula yang tinggal di situ semua mantan pejabat. Harus terima dengan lapang dada. Sebagai mantan aparatur sipil negara, senior itu harus diterima,’’ tandas bupati.
Ditambahkan bupati, bahwa dirinya meminta mengosongkan rumah dinas tersebut karena akan ditata. Sebab, sekitar gedung negara adalah kawasan elit, kawasan nomor satu dan kawasan ruang. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *