Jalan Lingkar Lukmen Mulai Dikerjakan

Warga Kampung Wara Distrik Pisugi bersama PPTK Dinas PUPR Provinsi Papua dan Kontraktor PT. Bina Karya Raya saat melihat alat berat mulai masuk untuk membuka jalan usai mendapat persetujuan dari pemilik hak ulayat untuk memulai titik nol Jalan Lingkar Lukmen, Jumat (18/6).(Denny/Cepos )

WAMENA-Pembangunan jalan lingkar Lukmen di Wamena Kabupaten Jayawijaya mulai dibangun mulai dari titik nol (0). Hal ini menyusul adanya persetujuan dari masyarakat adat setempat, yakni Kampung Wara Distrik Pisugi.
Jalan lingkar ini akan dimulai dari Pasir Putih, Tulem dan Muai. Untuk tahun ini baru sepanjang 2 km dari rencana 5,6 km yang dikerjakan pihak kontraktor dari PT .Bina Karya Raya yang dipercayakan oleh Dinas PU Provinsi Papua.
Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan(PPTK) PUPR Provinsi Papua Jalan Lingkar Lukmen dari Pasir Putih, Tulem dan Muai. Kaferius Wandikbo, kegiatan jalan lingkar Lukmen sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu dan seharusnya dikerjakan dari Januari 2021, namun ada kendala yang lain seperti persetujuan masyarakat sehingga saat ini baru bisa berjalan.
“Selama 6 bulan ini kami melakukan koordinasi dengan masyarakat pemilik hak ulayat dengan tokoh agama, kepala Suku untuk melakukan negosiasi dan saat ini baru bisa memulai pekerjaan ini mulai dari titik 0 usai mendapatkan persetujuan atau kesepakatan dari masyarakat,”ungkapnya jumat (18/6) kemarin.
Menurutnya, pihaknya mulai membuka titik Nol dari jalan Lingkar Lukmen sesuai dengan kesepakatan masyarakat, pihaknya dari Dinas PUPR Provinsi Papua kepada Pemda Jayawijaya, Kepala Distrik dan Anggota Komisi A DPRD Jayawijaya yang telah berpartisipasi memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mendukung program pemprov Papua.
“Kita akan memulai pekerjaan ini dari Pasir Putih, Tulem dan Muai, kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mau buka hati dan menerima jalan Lingkar Lukmen ini,”jelasnya.
Di tempat yang sama Direktur PT. Bina Karya Raya Andra Pampang. ST, pihaknya selaku kontraktor sudah melakukan pembicaraan dengan tokoh masyarakat dan adat kemarin maka dalam rapat itu diputuskan yang mengerjakan sub kontrak adalah pemuda yang memiliki perusahaan di wilayah kerja ini dan tak boleh dari tempat lain.
“Artinya kami kontraktor menunggu nama -nama perusahaan yang akan mengerjakan Sub kontrak dari tempat ini, kita harapkan agar jangan terjadi miskomunikasi antara kita. Artinya yang bisa mengerjakan para pemuda yang memiliki CV, akta, itu yang bisa dipekerjakan karena kita diikat dengan kontrak besar yang anggarannya dari Dinas PUPR Provinsi,”bebernya.
Untuk anggaran ini di bawah Rp 10 Miliar, kata Andra, bisa saja tidak full karena pekerjaan ini sifatnya multiyears, sehingga anggarannya bertahap tiap tahun sampai dengan 2022.
Mewakili Pemda Jayawijaya Kepala Distrik Pisugi Agustinus Kosay mengungkapkan program ini sebenarnya tak pernah terpikirkan karena yang dipikirkan itu jalan yang kecil saja. Oleh karena itu pihaknya mengucapkan terimakasih kepada penunggu tua-tua pemilik hak ulayat, kepala suku untuk menerima Jalan Lingkar Lukmen ini sehingga bisa dimulai saat ini.
Sementara itu Kepala Suku Kampung Wara Niko Siep mengakui persetujuan ini warga dari Kampung Wara sampai ke Kelai aki mereka menyatakan sudah memberikan izin dan untuk permohonan permisi hanya meminta Wam (Babi) dua ekor. Sementara untuk uang tidak diminta, apa yang mereka lakukan bukan menjadi patokan untuk distrik lain yang dilalui jalan Lingkar Lukmen.
“Kami hanya minta babi dua ekor untuk makan bersama, uang kami tidak minta tapi dari Kontraktor sendiri dengan kerelaan yang memberikan untuk bisa beli toko, pinang, kopi , teh untuk duduk sama -sama, ini bukan patokan untuk tempat atau distrik lain, ini khusus untuk kita di Kampung Wara sampai kali Aki,”tutup Niko. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *