14 Pasien Covid-19, Penumpang yang Baru Tiba

Pemeriksaan swab antigen bagi para penumpang yang baru tiba di  Bandara Wamena.(Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr Willy Mambieuw, SpB mengungkapkan bahwa meski pasien pasien Covid-19 di Jayawijaya sempat turun sampai angka 0, namun kini kembali mencapai 14 orang. Mereka dikarantina  di RSUD Wamena maupun RS Bethesda Wamena.

   Menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif ini kebanyakan dari luar Wamena. Artinya ditemukan setelah melakukan pemeriksaan ulang di bandara Wamena bagi penumpang yang baru masuk ke Wamena.

  “Kebanyakan yang positif ini yang ditemukan dari Jayapura, ke Wamena yang merupakan penumpang yang baru masuk. Sementara untuk penularan dalam Wamena sendiri sempat turun hingga 0 atau tidak ada pasien, namun kini meningkat lagi dengan warga yang baru masuk,” ungkapnya Rabu (16/6) kemarin.

  Menurutnya, bagi penumpang yang masuk ke Wamena dan terkonfirmasi positif dari swab antigen, maka langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR itu. Bila positif, maka diminta untuk melakukan karantina hingga sembuh. Untuk langkah selanjutnya adalah kewenangan pimpinan daerah.

  “Dari kami hanya melakukan pemeriksaan bagi setiap penumpang yang masuk , kalau ada yang positif maka kami langsung karantina agar tidak menularkan lagi kepada orang lain di sekitarnya, sehingga kita bisa menekan laju penyebaran Covid -19 di Jayawijaya.”bebernya.

  Dokter Spesialis Bedah RSUD Wamena ini juga mengaku belum ada Covid varian baru yang ditemukan dari penumpang yang baru datang. Pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap warga yang masuk ke Jayawijaya di Bandara Wamena. Ini dilakukan untuk semua penerbangan baik yang pesawat komersial, pesawat Hercules maupun pesawat yang beroperasi di Wilayah Lapago.

  “Pemeriksaan ini dilakukan secara keseluruhan, siapapun yang turun di Bandara Wamena maka kita akan melakukan pemeriksaan rapid test antigen kepadanya,”katanya

  Untuk penyebaran Covid -19 di Jayawijaya sendiri, lanjut Dokter Willy, sampai sekarang tidak ada laporan dari Distrik maupun kampung adanya klaster baru. Masyarakat masih melakukan aktifitas seperti biasa, sehingga pihaknya juga mengusahakan agar vaksinasi bisa menyentuh warga sampai ke distrik dan kampung.

  “Yang jadi kendala itu ada yang menerima dan ada yang belum menerima vaksinasi yang dilakukan di beberapa distrik oleh Dinas Kesehatan,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *