Jembatan Kertosari Tidak Masuk dalam Rekonstruksi Pasca Bencana

Pembangunan talud di salah satu sungai di Kota Sentani ini sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Jayapura, Selasa (15/6).(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Jhonson Nainggolan mengatakan, kerusakan jembatan Kertosari yang ada di Kampung Kertosari, Distrik Sentani Barat tidak masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Jayapura.

“Jembatan itu tidak masuk, hanya taludnya saja, jembatan itu kewenangan provinsi,” kata Johnson Nainggolan ketika dikonfirmasi media ini di Kantor Bupati Jayapura, Selasa, (15/6) kemarin.

Perlu diketahui, ada sejumlah jembatan di Kabupaten Jayapura yang rusak akibat bencana banjir bandang Tahun 2019 lalu. Salah satunya jembatan yang terletak di Kertosari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 275 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Di mana dari dana itu akan digunakan untuk membangun sejumlah talud, termasuk beberapa jembatan dan perumahan warga yang terkena dampak langsung dari bencana tersebut.

Menurut Johnson Nainggolan, penanggulangan pasca bencana di Kabupaten Jayapura itu khusus untuk infrastrukturnya sudah dibagi tugas penanganannya antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Waktu pengusulan dana bencana kan mereka sudah bagi-bagi tugas. Dokumen jembatan itu tidak ada di kami,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di Kabupaten Jayapura, ada sejumlah jembatan yang diperbaiki atau dibangun baru dengan menggunakan dana Rp 275 miliar itu. Meski tidak menyebutkan secara detail jembatan dan lokasinya, namun Johnson mengatakan, ada 9 jembatan di beberapa lokasi di Kabupaten Jayapura yang akan ditangani menggunakan anggaran tersebut.

“Tapi dari 9 itu, ada 5 yang kita kaji ulang, tapi kalau tiga ini sudah bisa,”jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan penanganan pasca bencana khusus untuk pembangunan fisik dari dana itu, saat ini baru ada tiga pekerjaan yang sudah berjalan. Tiga pekerjaan itu mencakup pembangunan talud di tiga sungai yang ada di wilayah Kota Sentani.”Dari tiga ini, progresnya sudah mulai berjalan,” tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *