Baru Capai 33,05 %, Vaksinasi di Distrik Belum Maksimal

Wakil Bupati Jayawijaya saat melakukan tatap muka dengan masyarakat Distrik Pelebaga.(Denny/Cepos)

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum mengakui bahwa hingga saat ini vaksinasi Covid-19 yang di distrik belum berjalan secara efektif. Untuk itu, perlu sosialisasi pentingnya vaksin yang lebih masif agar masyarakat bisa sadar dan menerima vaksinasi itu.

  “Vaksin itu adalah hak kesehatan, yang harus didapatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami dari pemerintah berharap masyarakat bisa untuk menerima vaksinasi yang dilakukan di distrik dan kampung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya,” ungkapnya, Selasa (15/6) kemarin.

  Ia menilai sangat perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat di kampung. Selama ini mereka tidak tahu manfaat dari vaksinasi itu, sehingga ini perlu dilakukan agar masyarakat di Jayawijaya paham tentang pentingnya vaksinasi ini dulu agar bisa berjalan tanpa hambatan.

  Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy Mambieuw, SpB mengakui jika pencapaian vaksinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan di distrik itu baru mencapai 33, 05 persen. Dimana distrik yang sudah terjangkau untuk vaksinasi, yakni Papukoba, Welesi, Wamena Kota, Hubikiak, Itlay Hisage, Maima, Kurulu, namun belum semua masyarakat ikut.

  “Kita sudah evaluasi triwulan pertama untuk distrik dan memang tingkatannya sudah mencapai 33,05 Persen. Target Dinkes harus semua 100 persen, sehingga dalam Kunker Bupati ke Distrik Papukoba petunjuk beliau, kepala distrik dan kepala kampung harus vaksinasi  didepan masyarakat agar bisa dipercaya,”bebernya.

  Ia menargetkan 95 persen harus dicapai oleh Dinkes dalam vaksinasi ini, sebab kalau itu sudah tercapai maka bisa melindungi yang 5 persen terpisah. Tingkat keberhasilannya sampai saat ini belum ada laporan dari distrik jika muncul klaster baru penularan Covid -19,  yang ada 14 saat ini yang masuk melalui penerbangan.

  “Tidak ada laporan ada klaster baru yang terjadi di Distrik ini satu keberhasilan, sementara yang ada saat ini hanya mereka yang kedapatan positif lewat penerbangan saja,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *